Penulis : Sugeng Astanto QRCBN : 62-839-9584-065 Penyunting : Neneng Hendriyani Lay out : Tim CMJ Desain Sampul: Hapiah Wardah Cetakan Pertama, Agustus 2024
Buku ini berasal dari karya ilmiah yang sudah lama menjadi impian dan harapan penulis. Karya ini merupakan hasil penelitian tentang alienasi yang selama ini di Indonesia masih jarang dilakukan. Pembahasan dimulai dari pemaparan tentang fenomena dan konsep tentang alienasi. Dilanjutkan dengan bagaimana mengukur secara kuantitatif tentang alienasi, memaparkan beberapa penelitian empiris alienasi yang terjadi di luar Indonesia.
Biografi Penulis Sugeng Astanto lahir di Gunung Kidul, 31 Agustus 1963. Pendidikan S1 Fakultas Filsafat di Universitas Gajah Mada. Pada tahun 1994 melanjutkan studi magister di Program Studi Ilmu Psikologi Universitas Indonesia. Mulai tahun 1989 menjadi staf pengajar di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta hingga sekarang dengan mengampu mata kualiah: Dasar Dasar Ilmu Filsafat, Dasar-Dasar Logika, Pengantar Psikologi,Psikologi Komunikasi, Psikologi Sosial. Karya Ilmiahnya di bidang Ilmu Filsafat dan Ilmu Psikologi Sosial dimuat di jurnal terakreditasi Kemdikbudristek serta dalam bentuk buku ajar.
Buku ini berjudul “Kunci Emas Pembuka Pintu Masa Depan: Kumpulan Kata Bijak dalam Akrostik”. Sebuah buku yang berisi kutipan kata-kata bijak dan peribahasa yang dikutip dari para ahli, baik dari dalam maupun luar negeri. Kata-kata bijak dan peribahasa tersebut dirangkai dalam sebuah puisi Akrostik yang merupakan rangkaian kata-kata yang memberikan inspirasi, motivasi, dan pemahaman tentang cara menata hidup dengan bijaksana, memiliki kekuatan untuk mengubah pandangan orang terhadap hidup, serta memberikan arahan dan dorongan untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Semoga dengan membaca buku ini dapat memberikan panduan untuk menghadapi setiap situasi dengan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menata hidup. Sebab dalam menjalani kehidupan, kita dihadapkan pada berbagai tantangan, kegagalan, dan keputusan sulit
Akrostik adalah syair atau puisi yang dibentuk dari rangkaian huruf yang mengawali atau mengakhiri tiap barisnya. Akrostik berasal dari bahasa Yunani, akrostichis, berarti sajak yang barisnya disusun sesuai huruf awal kata atau kalimat. Semua baris dalam puisi akrostik memiliki deskripsi topik yang penting. Puisi akrostik dianggap sebagai langkah paling mudah yang bisa dilakukan oleh penulis. Dengan puisi akrostik, penulis bisa belajar mengaitkan kalimat dengan kata yang sudah ditentukan sebelumnya. Kesimpulannya, puisi akrostik adalah puisi yang dibentuk dari rangkaian huruf tiap kata atau kalimat dalam suatu baris. Kata yang digunakan adalah istilah-istilah yang ditemukan di sekolah.
S ~ “Seseorang tidak harus dilahirkan dengan keberanian, tapi dia dilahirkan dengan potensi. Tanpa keberanian, kita tidak dapat mempraktikkan kebajikan lain dengan konsisten. Kita tidak bisa menjadi baik, benar, penyayang, murah hati, atau jujur.” (Maya Angelou)
I ~ “Ini bukanlah waktu untuk kemudahan dan kenyamanan. Ini adalah waktu untuk berani dan bertahan.” (Winston Churchill)
S ~ “Sikap rendah hati akan membantumu belajar dan tumbuh.” (Unknown)
W ~ Wajib diperhatikan detail, karena kesuksesan tersembunyi di dalamnya. (Unknown)
I ~ “Indeks terbaik untuk karakter seseorang adalah bagaimana dia memperlakukan orang yang tidak bisa membantunya, dan bagaimana dia memperlakukan orang yang tidak bisa melawan.” (Abigail Van Buren)
B ~ “Belajarlah sejak dini, karena ilmu adalah perhiasan yang tidak akan pernah pudar.” (Ali bin Abi Thalib)
E ~ Etika”dalam proses belajar, kita merajut benang waktu untuk menciptakan kain cerita pribadi.”
L ~ Lembaran putih yang berisi”Setiap kata yang dipelajari adalah batu fondasi untuk membangun katedral pengetahuan.”
A ~A little progress each day in your self is ads thing up to big result.” (Sedikit kemajuan setiap hari di dalam dirimu menambah sesuatu hingga hasil yang besar.)
J ~ “Jangan pernah menyerah pada belajar, karena pengetahuan adalah kekuatan.” (Anonim)
A ~“Al ilmu bilaa ‘amalin kasyajari bila tsamarin.” (Ilmu tanpa amal atau praktek seperti pohon yang tidak berbuah.
R ~ Ruang”setiap pelajaran adalah kanvas kehidupan, dan pengetahuan adalah catatan sejarah yang abadi.”
Juhanda, S.Pd., lahir di Purwakarta, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 1976. Beralamat di Gang Kalapa Kampung Cibaragalan Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Mempunyai seorang istri yang bernama Sri Rahayu, dan seorang putri yang bernama Salma Ayunda Zahra. Seorang penggiat Ekstrakurikuler Pramuka dan aktif di kepengurusan PGRI Korwil 2 Kecamatan Bungursari. Sekarang bekerja sebagai guru SDN 1 Cikopo.