Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar

Karya:
Neneng Hendriyani

Iso Suwarso

Iing Felicia

Sri Mukmini

Erna Pujiasih

Asta Puji Utami

Chika Aurelia Hamid

ISBN :  978-623-6581-27-8

Penyunting: Neneng Hendriyani

Lay out: Hapiah Wardah

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama, Agustus 2021

Jumlah halaman vi+50

Dokumentasi CMJ

Menulis esai dengan tema yang berat merupakan tantangan tersendiri bagi para penulis yang berasal dari kalangan guru. Dari 250 guru yang tergabung dalam komunitas Penulis Hebat Indonesia hanya enam guru yang berhasil menjawab tantangan tersebut sebelum tenggat waktu. Ini membuktikan bahwa menulis esai masih merupakan hal yang sulit bagi mereka.

Alasan kesibukan dan ketiadaan waktu senggang adalah alasan yang mengada-ada dan dibuat-buat. Sejatinya bagi seorang penulis ia tidak menulis di sisa waktu yang dimilikinya namun ia menciptakan dan memanfaatkan waktu yang ada untuk terus menulis dan berkarya.

Alasan pemilihan tema “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar” ini adalah untuk mewarnai peringatan HUT RI ke-76. Dengan mengusung semangat merdeka, guru Indonesia pun ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan itu ada. Kemerdekaan itu penting bagi mereka dalam melaksanakan tugas. Bagi peserta didik pun kemerdekaan itu memiliki bentuknya sendiri yang khas dan nyata. Semua kemerdekaan ini menjadi kebutuhan mendasar bagi mereka semua dalam mewujudkan cita-cita pembangunan pendidikan Indonesia.

Semoga apa yang disampaikan para penulis yang memang aktif berkecimpung dalam dunia pendidikan sehari-hari ini mampu menyadarkan kita semua akan arti kemerdekaan itu sendiri; merdeka belajar, merdeka mengajar.

Bogor, 16 Agustus 2021

Editor

Neneng Hendriyani

Tangis Indonesia

Dokumentasi CMJ

Karya

Iyus Yusandi, Hasanah, Trisna Maolianti Sari, Sartikah, Cecep Mustopa, Erum Rumiasih,  Sri Winarni, Jonkenedi,

Dadan Sumardana, Nita Juanita, Inar Hamsinar,  Efi Setiawati, Eti Patmah, Masiroh Tapah, Daru Masykuria,  Atep Yogaswara, Hidmi Gramatolina Ramdhayani, Siti kurniati, Sri Mulyani, Siti Suci Winarni, Robiah, Nunuk Marsiti, Ai Mulyati, Nurlaela, Yun Taryuni, Wawan Hermawan, N. Istiqomah, Sugiarti,  Trisnawati, Euis Citarasa, Maulida

Penulis:

Iyus Yusandi … [et al]

Penerbit: CV Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

Ig: @cakrawalamilenia

Cetakan Pertama, Agustus 2021

ISBN: 978-623-6581-28-5

Editor: Drs. Iyus Yusandi, M.Pd.

Penata Letak: Drs. Iyus Yusandi, M.Pd.

Desainer Sampul: Cahsantri

vii+ 186  halaman; 14 cm x 20 cm

Sejak 25 Maret 2021,  para penulis Asmaraloka menuangkan tulisan yang memuat bencana di Indonesia sejak tahun baru dalam bentuk akrostik.

Bencana melanda seluruh pelosok wilayah di Indonesia. Di pulau Jawa, di Sumatra, di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Bencana-bencana ini menyisakan tangis yang mendalam seluruh rakyat Indonesia karena begitu banyak korban. Bencana meluluhkan air mata berupa tangisan. Tangisan ini tangisan Indonesia yang menjadi tema karya dalam buku ini.

Bencana-bencana di Indonesia pun tak luput jadi sebuah karya. Kreativitas tiada batas warga Asmaraloka KPPJB pun berhasil membuat karya hebatnya. Tangis Indonesia adalah upaya yang harus kita abadikan dalam diri. Selamat untuk para penulis yang dapat menuliskan Tangis Indonesia dalam bentuk akrostik. Semoga segala bentuk Tangis dapat berganti menjadi senyum Bahagia selayak romantika hidup para penulisnya. Semoga kreativitas warga Asmaraloka sebagai kontributor/penulis dapat menggapai segalanya dengan dibarengi senyuman. 

Selamat dan sukses untuk semua penulis Tangis Indonesia. Semoga tulisannya memberikan manfaat kepada dunia pendidikan secara mikro dan makro.

Agustus

Pengasuh Asmaraloka, Iyus Yusandi

PATROLI ABADI

Perjalanan di bawah air menjadi saksi

Antar pelabuhan kauselami

Tapi, patrolimu abadi

Relung laut terdalam menyelimuti semua awak sejati

Ode membumi langit memuji

Langkahmu satukan NKRI

Ibu pertiwi mengagumi

Air laut tempatmu beraksi

Bahari  jadi wahana eksistensi diri

Abadi berpatroli

Damaikan kesatuan negeri

Indonesia mengangkat topi

Akrostik_Iye, 25042021: 18.43

Antologi Puisi: IPA dalam Puisi Toge

Dokumentasi CMJ

Penulis:

Suryani,  Cut Yasmin, Poppy Aulia Septika, Nurul Iman, Irfan, dkk

Penerbit: CV Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

Ig: @cakrawalamilenia

Cetakan Pertama, Agustus 2021

ISBN: 978-623-6581-26-1

Editor: Neneng Hendriyani

Penata Letak: Ayoe

Desainer Sampul: Cahsantri

xiv + 210 halaman; 14 cm x 20 cm

Menulis materi pelajaran dengan cara yang unik dan menyenangkan bukanlah perkara mudah, apalagi bila ditulis dalam bentuk puisi singkat seperti puisi toge. Namun, guru-guru IPA Kabupaten Pidie Jaya ini telah berhasil membuktikan kemampuan mereka dalam memahami karakter peserta didiknya dalam belajar IPA dengan menghasilkan karya yang luar biasa, yaitu menulis materi pelajaran “IPA dalam Puisi Toge.”

Puisi adalah ungkapan hati yang ditulis dengan ketentuan dan syarat tertentu yang mengikat. Dengan puisi semua pesan dan keinginan penyairnya dapat disampaikan kepada pembaca dengan mudah. Begitu pula “IPA dalam Puisi Toge” ini. Demi memudahkan peserta didik memahami beberapa istilah dan materi IPA yang akan mereka pelajari sejak kelas 7 hingga 9 SMP para guru ini berusaha menulis puisi toge tersebut. Semua pesan baik yang tersirat maupun tersurat disampaikan dengan cara yang unik. Sehingga diharapkan semua peserta didik dapat memahami dan mengambil pesan tersebut sebagai bekal hidup di masa yang akan datang.

IPA sebagai mata pelajaran yang menjadi dasar pengetahuan bagi manusia ini adalah mata pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas 7-9 SMP. Di dalamnya ada materi tentang biologi, fisika, dan kimia. Itu sebabnya di dalam buku ini pembaca akan menemukan materi-materi mengenai ketiga kelompok ilmu pengetahuan tersebut.

Ada beberapa puisi yang memiliki judul sama dengan isi berbeda tetap dipertahankan di dalam buku ini. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat tetap mempelajari materi mengenai hal tersebut secara komprehensif dan holistik.

Sebuah ide yang cemerlang yang dikemukakan oleh Pengawas Pembina dalam mengajak semua guru IPA se-kabupaten Pidie Jaya menulis buku ini. Sungguh tanpa ide yang luar biasa ini, buku ini tidak akan sampai ke tangan pembaca.

Salut dan bangga kepada, guru-guru hebat Tanah Rencong, penulis buku ini semua. Anda luar biasa! Buku ini adalah bukti bahwa Anda semua tidak berhenti berinovasi dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik tercinta. Semoga kerja keras, usaha, upaya, dan semua budi baik kalian menjadi catatan amal ibadah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bogor, Agustus 2021

Editor

Neneng Hendriyani

CERITA KITA DI BATAS KOTA

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Iing Felicia, Neneng Hendriyani, Sri Mukmini, Oon Saptinah, Rahmiati, Dewi Meilansari K, Nuraini, Sri Wahyuni Jafar

ISBN :  978-623-6581-21-6

Penyunting: Neneng Hendriyani

Lay out: Hapiah Wardah

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama, Juni 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

IG: cakrawalamilenia

Jumlah halaman xii+102

Cover Cerita Kita di Batas Kota (Dokumentasi CV CMJ)

Menulis cerita fiksi sebenarnya tidak semudah kita menceritakan cerita fiksi itu secara langsung. Ada banyak hal yang harus diperhatikan agar pembaca memahami cerita tersebut dengan mudah. Apalagi bila cerita itu begitu singkat alias pendek seperti cerita yang diangkat di dalam buku ini. Jumlah katanya per judul cerita hanya sekitar 250 – 1000 kata saja. Benar-benar sebuah cerita yang hemat kata.

Cerita fiksi ini dikenal dengan nama fiksi mini. Pembaca luar negeri mengenalnya dengan nama flash fiction. Meskipun benar-benar singkat dan pendek pembaca masih bisa menemukan pesan singkat yang ingin disampaikan penulisnya. Di sini tetap ada setting alias latar belakang cerita baik dari sisi waktu, tempat, dan penokohannya. Jadi tidak serampangan.

Tingkat kesulitan dalam menulis cerita jenis ini jelas ada. Terutama bagi penulis yang terbiasa menulis cerita yang panjang seperti cerita bersambung atau novel.

Para penulis dalam buku cerita singkat yang berjudul Cerita Kita di Batas Kota ini telah menuliskan cerita singkat mereka dengan model fiksi mini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan keilmuan. Bahkan mereka pun memiliki passion yang berbeda di bidang penulisan. Namun, di dalam buku ini mereka sepakat hanya menulis cerita pendek dalam 250 – 1000 kata saja. Seperti apa cerita yang mereka tulis? Penasaran? Ayo kita baca bersama-sama, ya. Sebelumnya perlu diingatkan kembali bahwa semua cerita ini adalah fiksi. Jadi, bila ada kesamaan nama tokoh, tempat dan jalan cerita yang kebetulan kamu alami jangan terkejut, ya. Semua hanya kebetulan semata.

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Kerinduan. 8

Kartini Kecil 5

Selada Hidroponik. 8

Celengan Elektronik. 11

Namaku Nina. 14

Jadi Guru. 16

Mau Bilang Apa? 22

Cinta Tak Bertahta. 30

Cinta Dari Birmingham.. 32

Malam Takbir 34

Panggil Aku Cinta. 37

Ume No Hana. 43

(Bunga Plum) 43

Bias Pelangi 49

Aku Terjatuh. 55

Pecandu Senja 59

Sekolahku Bebas Plastik. 67

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Kerinduan. 8

Kartini Kecil 5

Selada Hidroponik. 8

Celengan Elektronik. 11

Namaku Nina. 14

Jadi Guru. 16

Mau Bilang Apa? 22

Cinta Tak Bertahta. 30

Cinta Dari Birmingham.. 32

Malam Takbir 34

Panggil Aku Cinta. 37

Ume No Hana. 43

(Bunga Plum) 43

Bias Pelangi 49

Aku Terjatuh. 55

Pecandu Senja 59

Sekolahku Bebas Plastik. 67

Pagi Yang Berbeda. 74

Anakku Korban Pesugihan Tetangga. 79

Salah Memilih Sahabat 86

Ketika Cinta Bersemi di Negeri Sakura. 90

Mentari Jingga. 96

Senja Tak Berirama. 100

Gawai Biru. 104

(Bogor, Juli 2021)

Antologi Puisi: Tanah Kelahiranku

Cover Antologi Puisi Tanah Kelahiranku (Dokumentasi CV CMJ)

Tanah Kelahiranku: Antologi Puisi

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Sri Wahyuni Jafar, Rahmadani, Sri Mukmini, Suryani, Wahdini, Elin Herlina, Neneng Hendriyani, Darmiwati, Evi Zahara

ISBN :  978-623-6581-20-9

Edtor: Neneng Hendriyani

Lay out: Hapiah Wardah

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama, Juni 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

IG: cakrawalamilenia

Jumlah halaman viii+67

Setiap jejak yang ditinggalkan di masa lalu seringkali menjadi ide yang luar biasa untuk sebagian orang. Ada banyak kisah dan kenangan yang mengharu biru dan tak lekang oleh waktu. Mereka berdesak-desakan tinggal di ruang hampa yang bernama memori.

Memori yang indah tentang berbagai hal yang pernah ada dan dilalui. Semuanya memberikan kesan tentang sebuah daerah, tempat yang begitu berharga yang pernah singgah.

Ternyata selama ini kita terjebak di beberapa pintu. Kita terbiasa memilih jalan cerita sebagai cara terbaik untuk menceritakan pengalaman tentang masa lalu di daerah tersebut. Di sini, penulis memilih cara yang berbeda. Tidak harus dengan menghabiskan banyak kata untuk mengundang orang datang ke daerahnya. Pun tidak perlu mengajaknya datang secara langsung. Penulis bisa membuat orang-orang (baca: pembaca) ikut serta merta mencium aroma udara, merasakan hangatnya sambutan masyarakat, mencoba penganannya yang lezat lewat untaian kata yang singkat, indah dan sarat makna. Ya. Di buku inilah para penulis Indonesia yang sebagian besar adalah guru mengajak orang-orang untuk lebih mengenal daerah-daerah yang mungkin saja masih asing di telinga. Di sinilah dengan segala kreasinya mereka lugas bercerita tentang indahnya kota mereka, lezatnya makanan mereka, dan menakjubkannya panorama alam daerah mereka.

Lewat kata yang begitu singkat orang-orang akan menyadari betapa Indonesia kaya raya, indah, dan menawan hati.

Mari cintai Indonesia lewat debur ombaknya, hangat udaranya, lezat penganannya, dan indah pemandangannya. Inilah Antologi Puisi: Tanah Kelahiranku.

Kota Hujan, Juni 2021

Editor,

Neneng Hendriyani

MATAHARI DI UJUNG SUMATERA

Cover Matahari di Ujung Sumatera (Dokumentasi CV CMJ)

Matahari di Ujung Sumatera

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Suryani dkk

ISBN :  978-623-6581-22-3

Editor: Neneng Hendriyani

Lay out: Hapiah Wardah

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama,Juni 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

IG: cakrawalamilenia

Jumlah halaman ix+125

Buku ini luar biasa sekali loh isinya. Dua puluh enam guru di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sepakat menuliskan pengalaman pertama mereka menjadi guru negeri (PNS) di berbagai wilayah. Ada banyak kisah haru yang bisa membuat kita menyadari bahwa mungkin kita jauh lebih beruntung dari mereka.

Mengajar di daerah yang jauh dari kampung halaman, keluarga, fasilitas umum, dan lain sebagainya tidak menyurutkan langkah pengabdian mereka selama beberapa tahun. Penghargaan dan apresiasi yang diberikan oleh anak-anak didik terhadap kerja keras mereka adalah bukti bahwa mereka memang guru-guru terbaik yang telah berhasil menjadi “Matahari” dalam perjalanan hidupnya.

Dua puluh enam guru mata pelajaran IPA ini adalah “Matahari di Ujung Sumatera” yang senantiasa menggelorakan semangat belajar anak-anak didik di Pidie Jaya, Aceh.

Kata Pengantar. iv

Sekapur Sirih Pengawas Pembina Mata Pelajaran IPA.. v

Daftar Isi vii

Aku adalah Matahari 1

(Suryani, S.Pd., Dinas Pendidikan Pidie Jaya) 1

Senja di Pengabdian.. 8

(Poppy Aulia Septika, S.Pd., SMP Negeri 2 Meurah Dua) 8

Sepenggal Cerita di Pengabdianku.. 12

(Novita Khairuna, S.Pd., SMP Negeri 1 Jangka Buya) 12

Pahit Manisnya Perjalanan Karierku.. 16

(Irfan, S.Pd., SMP Negeri 1 Ulim) 16

Mereka dengan Anyaman Rotan.. 19

(Muhazir, S.Pd., SMP Ulumul Qur’an Pidie Jaya) 19

History Pengalaman Seorang Guru di Masa Pandemi Covid-19   25

(Nurmala, S.Pd., SMP Negeri 2 Meureudu) 25

Melukis Asa di Ujung Timur Pidie Jaya. 29

(Nurul Husna, S.Pd.I., SMP Negeri 3 Ulim ). 29

Man Jadda Wa Jadda. 34

(Muliadi, S.Pd., SMP Negeri 1 Meurah Dua) 34

Sepotong Kenangan Manis. 39

(Yuniana, S.Pd., SMP Negeri 4 Bandar Dua) 39

Masaku Belum Usai 43

Kata Pengantar. iv

Sekapur Sirih Pengawas Pembina Mata Pelajaran IPA.. v

Daftar Isi vii

Aku adalah Matahari 1

(Suryani, S.Pd., Dinas Pendidikan Pidie Jaya) 1

Senja di Pengabdian.. 8

(Poppy Aulia Septika, S.Pd., SMP Negeri 2 Meurah Dua) 8

Sepenggal Cerita di Pengabdianku.. 12

(Novita Khairuna, S.Pd., SMP Negeri 1 Jangka Buya) 12

Pahit Manisnya Perjalanan Karierku.. 16

(Irfan, S.Pd., SMP Negeri 1 Ulim) 16

Mereka dengan Anyaman Rotan.. 19

(Muhazir, S.Pd., SMP Ulumul Qur’an Pidie Jaya) 19

History Pengalaman Seorang Guru di Masa Pandemi Covid-19   25

(Nurmala, S.Pd., SMP Negeri 2 Meureudu) 25

Melukis Asa di Ujung Timur Pidie Jaya. 29

(Nurul Husna, S.Pd.I., SMP Negeri 3 Ulim ). 29

Man Jadda Wa Jadda. 34

(Muliadi, S.Pd., SMP Negeri 1 Meurah Dua) 34

Sepotong Kenangan Manis. 39

(Yuniana, S.Pd., SMP Negeri 4 Bandar Dua) 39

Masaku Belum Usai 43

(Muhammad Tahir, S.Pd., SMP Negeri 4 Bandar Baru) 43

Curahan Hati Pemangku Kesiswaan.. 48

(Murhamah, S.Pd., SMP Negeri 1 Bandar Baru) 48

Metamorfosisku.. 51

(Nurul Iman, S.Pd.I., SMP Negeri 1 Bandar Baru) 51

Pengalaman di Masa Pandemi 55

(Yuhana, S.Pd., SMP Negeri 7 Bandar Baru) 55

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. 61

(Fathimah Zahara, S.Pd., SMP Negeri 2 Bandar Dua) 61

Wabah Covid-19 dan Penguasaan IT Guru.. 64

(Safrizal, S.Pd.I., M.Pd., SMP Negeri 1 Bandar Baru) 64

Cita – Cita Yang Tak Kesampaian.. 67

(Risna, S.Pd., SMP Negeri 1 Meureudu ) 67

Kembali Ke Kampung Halaman.. 70

(Cut Yasmin., SMP Negeri 3 Ulim) 70

Guru Penggerak Literasi 75

(Mursyidah, S.Pd., SMP Negeri 8 Bandar Baru ) 75

Sepenggal Kisah di Ujung Sumatra. 82

(Eva Susanti, S.Pd., SMP Negeri 2 Bandar Baru) 82

Virus Corona Tidak Menghalangiku Untuk Belajar dan Mengajar  86

(Rosmaliana, S.Pd., SMP Negeri 5 Bandar Baru) 86

Itulah Yang Terbaik. 91

(Devi Arianti, S.Pd.I., SMP Negeri 5 Bandar Baru ) 91

Pengalaman Menjadi Seorang Guru ( Pns ). 95

(Aniyati, S.Pd., SMP Negeri 6 Bandar Baru) 95

Kata Pengantar. iv

Sekapur Sirih Pengawas Pembina Mata Pelajaran IPA.. v

Daftar Isi vii

Aku adalah Matahari 1

(Suryani, S.Pd., Dinas Pendidikan Pidie Jaya) 1

Senja di Pengabdian.. 8

(Poppy Aulia Septika, S.Pd., SMP Negeri 2 Meurah Dua) 8

Sepenggal Cerita di Pengabdianku.. 12

(Novita Khairuna, S.Pd., SMP Negeri 1 Jangka Buya) 12

Pahit Manisnya Perjalanan Karierku.. 16

(Irfan, S.Pd., SMP Negeri 1 Ulim) 16

Mereka dengan Anyaman Rotan.. 19

(Muhazir, S.Pd., SMP Ulumul Qur’an Pidie Jaya) 19

History Pengalaman Seorang Guru di Masa Pandemi Covid-19   25

(Nurmala, S.Pd., SMP Negeri 2 Meureudu) 25

Melukis Asa di Ujung Timur Pidie Jaya. 29

(Nurul Husna, S.Pd.I., SMP Negeri 3 Ulim ). 29

Man Jadda Wa Jadda. 34

(Muliadi, S.Pd., SMP Negeri 1 Meurah Dua) 34

Sepotong Kenangan Manis. 39

(Yuniana, S.Pd., SMP Negeri 4 Bandar Dua) 39

Masaku Belum Usai 43

(Muhammad Tahir, S.Pd., SMP Negeri 4 Bandar Baru) 43

Curahan Hati Pemangku Kesiswaan.. 48

(Murhamah, S.Pd., SMP Negeri 1 Bandar Baru) 48

Metamorfosisku.. 51

(Nurul Iman, S.Pd.I., SMP Negeri 1 Bandar Baru) 51

Pengalaman di Masa Pandemi 55

(Yuhana, S.Pd., SMP Negeri 7 Bandar Baru) 55

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. 61

(Fathimah Zahara, S.Pd., SMP Negeri 2 Bandar Dua) 61

Wabah Covid-19 dan Penguasaan IT Guru.. 64

(Safrizal, S.Pd.I., M.Pd., SMP Negeri 1 Bandar Baru) 64

Cita – Cita Yang Tak Kesampaian.. 67

(Risna, S.Pd., SMP Negeri 1 Meureudu ) 67

Kembali Ke Kampung Halaman.. 70

(Cut Yasmin., SMP Negeri 3 Ulim) 70

Guru Penggerak Literasi 75

(Mursyidah, S.Pd., SMP Negeri 8 Bandar Baru ) 75

Sepenggal Kisah di Ujung Sumatra. 82

(Eva Susanti, S.Pd., SMP Negeri 2 Bandar Baru) 82

Virus Corona Tidak Menghalangiku Untuk Belajar dan Mengajar  86

(Rosmaliana, S.Pd., SMP Negeri 5 Bandar Baru) 86

Itulah Yang Terbaik. 91

(Devi Arianti, S.Pd.I., SMP Negeri 5 Bandar Baru ) 91

Pengalaman Menjadi Seorang Guru ( Pns ). 95

(Aniyati, S.Pd., SMP Negeri 6 Bandar Baru) 95

Meraih Impian Antara Tripe Jaya dan Pidie Jaya. 99

(Yetti Azizah, S.Pd., SMP Negeri 2 Ulim) 99

Pahitnya Meraih Keberhasilan Seorang Guru.. 102

(Ruhon Jannati, S.Pd., SMP Negeri 7 Bandar Baru) 102

Kesan Yang Tidak Akan Terlupakan.. 107

(Mutia Rahmi, S.Pd., SMP Negeri 3 Bandar Baru) 107

Perjalanan Karierku.. 110

(Ainol Mardhiah.S.Pd., SMP Negeri 4 Bandar Baru) 110

Biografi 114

(Bogor, Juli 2021)

Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia

Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum
di Laboratorium Kimia
Tuti

Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
All Right Reserved
Penulis: Tuti Alawiyah
ISBN : 978-623-6581-16-2
Editor: Neneng Hendriyani
Desain Sampul & Layout Cover Dalam: Cahsantri
Cetakan Pertama, Mei 2021
Penerbit
Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
https://cakrawalamj.co.id
ig: @cakrawalamilenia
Jumlah halaman x+134

Tujuan Pendidikan kimia dikembangkan dari tujuan pendidikan IPA/sains, yang meliputi pengembangan kemampuan “problem solving” pengembangan sikap, pengembangan keterampilan, serta penguasaan pengetahuan itu sendiri. Tujuan tersebut meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. (Sugiarto,1997). Hal ini berarti, bahwa tujuan pendidikan IPA/sains adalah untuk mengembangkan produk sains (pengetahuan) dan proses sains (keterampilan, sikap dan nilai) serta interaksinya dalam diri setiap subjek didik. Hal di atas sesuai dengan hakikat sains yang meliputi 2 hal, yaitu sains sebagai produk dan sains sebagai proses, di mana keduanya tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar.


Oleh karena itu rancangan pembelajaran kimia/IPA harus dapat memuat pengembangan ketiga ranah tersebut. Untuk mengembangkan ranah afektif dan psikomotor tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, tetapi perlu ditunjang dengan pembelajaran di luar kelas, baik dalam bentuk aktivitas proyek maupun aktivitas terarah berupa praktikum maupun eksperimen.


Kegiatan praktikum atau eksperimen dapat dilakukan di laboratorium, salah satu kegiatan pembelajaran dalam pendidikan kimia. Oleh karenanya kegiatan laboratorium harus berkembang, baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan-keterampilan sains, sikap dan nilai-nilai bagi setiap subjek didik/siswa. Di samping itu kegiatan laboratorium mempunyai peranan yang penting dalam pendidikan kimia, yaitu untuk menggugah pemahaman siswa akan apa arti ilmu kimia sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam, dan bagaimana menerapkan belajar kimia yang sebenarnya.

MOZAIK KATA (Antologi Puisi Toge)

sumber: Dokumentasi CV CMJ

Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge)

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Neneng Hendriyani, Sri Mukmini, dkk

ISBN :  978-623-6581-17-9

Penyunting: Neneng Hendriyani

Lay out: Tim CV

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama, Mei 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

Setelah membaca beberapa karya penulis Puisi Toge seperti Tuti Masitoh, Aas Wastinah, dan Kokom Komara, para penulis yang tergabung ke dalam komunitas Pena Ajaib tertarik mencoba menulis Puisi Toge bersama-sama. Ketertarikan ini kemudian diwujudkan dengan keseriusan mengikuti bimbingan penulisan puisi toge yang dilaksanakan oleh penerbit CV Cakrawala Milenia Jaya sebelum lebaran Idul Fitri 1442 H (2021 M). Para penulis ini lalu bertekad untuk menghasilkan karya puisi tersebut menjadi sebuah buku antologi puisi toge dengan judul, Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge). Puisi Toge adalah puisi yang singkat, dalam, dan penuh makna. Seperti puisi pada umumnya, Puisi Toge juga terikat oleh irama, matra, rima, serta larik dan bait. Puisi pendek yang digagas oleh Edi Sudrajat (Aa Roy) ini adalah puisi kontemporer. Toge berasal dari akronim Tiga Ornamen Genap, yang bermakna bahwa dalam puisi tersebut terdapat aturan penulisan sebagai berikut. Masing-masing bait terdiri atas tiga baris. Setiap baris hanya berisi empat suku kata. Dan, setiap bait hanya memiliki dua belas suku kata. Setiap puisi toge hanya memiliki tiga bait yang saling menguatkan makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Buku antologi ini berisi kumpulan puisi toge yang ditulis oleh pelaku pendidikan tanah air dari beberapa daerah. Seperti Aceh, Jambi, dan Bogor.

IG: cakrawalamilenia

Jumlah halaman x+88

BIAS ASA KERINDUAN EAS

Sumber: Dokumentasi CV CMJ

Bias Asa Kerinduan EAS: Puisi Dwi Bahasa Hak Cipta Dilindungi Undang-undang All Right Reserved Penulis: Euis Ani Supriatni ISBN : 978-623-6581-18-6 Penyunting: Neneng Hendriyani Lay out: Tim CMJ Desain Sampul: Cahsantri Cetakan Pertama, Juni 2021

Buku ini merupakan kumpulan puisi dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dan dibuat untuk mengabadikan sesuatu kejadian sebagai moment yang tidak pernah terlupakan dalam hidup ini

Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM (Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation)

Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM (Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation)

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Sri Mukmini, Neneng Hendriyani, Erna Pujiasih, Soraya Putri Hasibuan

ISBN : 978-623-6581-12-4

Editor: Neneng Hendriyani

Lay out: Tim CV

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama, April 2021

Sumber: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia Jaya

Mengajarkan teks kepada peserta didik seringkali tidak semudah melihat dan membaca teks secara langsung. Meskipun teks hanya berisi kumpulan kata, tanda baca dan informasi tidak semua orang lantas paham dengan semua yang diuraikannya.

Ada yang harus menyipitkan kedua mata guna menemukan makna dari kata-kata yang dicetak miring. Ada pula yang mengernyitkan dahi lantaran bingung mencari informasi yang tersembunyi di antara kata-kata. Bahkan ada yang berkunang-kunang lantaran tidak cekatan dalam menemukan perubahan bentuk kata kerja, persamaan kata, perbedaan kata, struktuk teks, dan unsur kebahasaan yang dikandung oleh suatu teks. Ada yang harus membacanya berulang kali agar paham dengan seluruh isi teks yang dibaca. Ada juga yang hanya membacanya selewat lalu ditinggalkan karena tidak tertarik dengan isinya.

Permasalahan di atas adalah segelintir permasalahan yang seringkali dihadapi juga oleh peserta didik kita di dalam kelas bahasa, terutama kelas bahasa Inggris. Rendahnya tingkat kosa kata seringkali dituding sebagai biang kerok dari masalah tersebut. Sebenarnya tidak lah demikian. Kesulitan peserta didik dalam memahami teks tidak hanya disebabkan oleh rendahnya kosa kata yang dimiliki tetapi juga oleh ketidakmampuan guru dalam membantu mereka memahaminya dengan baik. Guru yang baik adalah guru yang berhasil membuat peserta didiknya paham teks yang dibacanya. Dia haruslah menjadi contoh sekaligus teladan bagi peserta didiknya dalam menganalisis teks tersebut guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Selain itu, dia pun haruslah mampu membuat mereka tidak mudah bosan saat mempelajarinya baik di rumah (PJJ) maupun di kelas (PTM).

Melalui buku Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM (Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation) para penulis ingin berbagi pengalaman bagaimana mengajarkan masing-masing teks berbahasa Inggris pada pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka. Sebelumnya penulis menguraikan masing-masing definisi, fungsi sosial, jenis teks, struktur teks, unsur kebahasaan, contoh teks sebelum pada akhirnya menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan saat mengajarkannya.

Pembelajaran yang dilakukan pada pembelajaran jarak jauh jelas berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Dari segi waktu, tingkat konsentrasi, dan kontrol guru membuat peserta didik makin kesulitan dalam belajar menganalisis suatu teks. Diperlukan strategi dan penanganan khusus dalam mengajarkannya. Dengan kehadiran buku Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM (Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation) semoga hal tersebut dapat teratasi dengan baik.