Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan

Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
All Right Reserved
Penulis: I Kadek Widya Wirawan, Rahmiati, Santi Eliyanti, Iso Suwarso, dkk ISBN : 978-623-6581-14-8
Editor : Neneng Hendriyani
Lay out: Tim CV
Desain Sampul: Cahsantri
Cetakan Pertama, April 2021
CV Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
https://cakrawalamj.co.id
ig: cakrawalamilenia
Jumlah halaman vi+131

Sumber: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia Jaya

Menjadi guru adalah panggilan jiwa bagi sebagian besar guru Indonesia. Itulah sebabnya mereka rela dan ikhlas ditugaskan di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Banyak kisah kehidupan yang menemani setiap langkah pengabdiannya dan mereka menerimanya sebagai bagian dari pilihan hidup sebagai guru.
Dengan segala keterbatasan di berbagai aspek kehidupan yang selama ini dekat dengan profesi guru nasional, guru Indonesia tetap menyalakan semangat pantang mundur dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Sebagai lilin-lilin kecil mereka telah rela berbagi terang dengan sesama guru dan murid-muridnya. Cita-citanya yang mulia mengantarkan mereka ke depan gerbang kemuliaan sebagai seorang penuntun, pendamping, dan penjaga peradaban bangsa.


Kini di tengah modernisasi dan pandemi Covid-19 mereka pun telah menunjukkan integritas, keuletan, kerja keras, kerja cerdas, dan penuh tanggung jawab sebagai patron pendidikan yang tak lelah menggali ilmu baru demi anak-anak muridnya. Mereka sadar betul ketika guru kencing berdiri maka murid kencing berlari. Maka itulah mereka langsung mencontohkan bagaimana mereka tetap semangat dalam mendapatkan ilmu-ilmu baru berkenaan dengan berbagai perkembangan di bidang pendidikan dengan mengikuti berbagai diklat baik yang diadakan oleh Kemendikbud maupun oleh berbagai organisasi profesi (IGI, PGRI, IGMP, MGMP, dll). Mereka berharap para muridnya pun akan melakukan hal yang sama dalam menuntut ilmu. Yaitu tetap semangat dan pantang menyerah.


Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021 ini guru yang tergabung dalam WhatsApp Group penulis PENA AJAIB sepakat mengangkat tema “REFLEKSI GURU INDONESIA DI HARI PENDIDIKAN” sebagai cara memperingati Hari Pendidikan Nasional di mana mereka menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalamnya. Harapannya sederhana, sesederhana mimpinya saat pertama kali memutuskan menjadi guru. Yaitu turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Semoga hasil refleksi para guru terhadap pendidikan dan profesi yang mereka jalani ini bisa menjadi penyambung lidah bagi rekan sejawat yang tidak sempat menyuarakan aspirasinya.

Buku dengan judul “REFLEKSI GURU INDONESIA DI HARI PENDIDIKAN” ini ditulis oleh:

I Kadek Widya Wirawan
Rahmiati
Santi Eliyanti
Iso Suwarso
Rahma Dewi Hartati
Sri Mukmini
Isma Rachmadani Siregar
Kusmiati Umar Syarif
Rinna Slamet
Puji Triana Rahayu
Suryani
Rahmadani
Maya Septina Sari
Ika Purnama Sari
Neneng Hendriyani
Tuti Alawiyah

Bogor, 26 Mei 2021

Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia

Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Tuti Alawiyah

ISBN : 978-623-6581-16-2

Editor: Neneng Hendriyani

Desain Sampul & Layout Cover Dalam: Cahsantri

Cetakan Pertama, Mei 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

ig: @cakrawalamilenia

Akhir-akhir ini tuntutan global terjadi seiring dengan berbagai perubahan dalam masyarakat. Perkembangan sains dan teknologi yang sangat cepat  menuntut  peningkatan mutu pendidikan untuk penyiapan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi dalam masyarakat global.

Pendidikan menengah pun tak luput harus mengikuti revolusi yang jauh lebih cepat, beragam, kompleks dan mengglobal. Perkembangan informasi, misalnya pembelajaran, materi pelajaran, dan segala peristiwa di sekolah di belahan dunia manapun begitu cepat perubahannya. Bekal bagi siswa untuk berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi dengan perubahan di abad ke-21 ini juga semakin kompleks dan sulit diramalkan. Dari permasalahan pemanasan global, ledakan penduduk, krisis energi, bencana sosial, kelaparan, kemiskinan, kesehatan hingga permasalahan di dunia pendidikan sendiri.

Menurut Dharma (2012) dalam buku Sosok Guru Pendidikan Menengah Masa Depan, turut prihatin dengan hasil berbagai lembaga survei internasional menyangkut kemampuan prestasi belajar siswa, terutama dalam kemampuan membaca, matematika dan sains. Berbagai lembaga internasional yang secara periodik melakukan tes adalah PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study), TIMSS (Trends in International  and Science Study), dan PISA (Programme for International Student Assesment). Menurutnya,  hasil studi dari tiga lembaga internasional yang dilakukan secara periodik  menunjukkan bahwa prestasi belajar anak-anak kita dalam bidang membaca, matematika, dan IPA jauh ketinggalan dibanding negara-negara lain. Sebagai contoh pada studi PIRLS tahun 2006 dalam kemampuan membaca, nilai anak-anak Indonesia berada di posisi kelima dari urutan paling bawah dari 30 peserta. Begitu pula hasil studi TIMSS yang fokus meneliti kemampuan anak dalam bidang matematika dan IPA, maupun hasil studi PISA yang mendalami tiga kemampuan dasar (membaca, matematika dan IPA) juga menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita berada di peringkat bawah. Pada studi PISA tahun 2006 yang berfokus pada literasi IPA, kemampuan siswa Indonesia berada di peringkat 50 dari 57 peserta (2012).

Selanjutnya Dharma mencermati kemampuan akademik anak-anak Indonesia berdasarkan sejumlah lembaga survei internasional itu nilainya rendah lantaran tidak memiliki kemampuan yang memadai dalam memecahkan masalah (problem solving) dan berpikir kritis (critical thinking). Menurutnya, guru dituntut memiliki kemampuan dalam pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah dan berpikir kritis, karena hal ini sudah merupakan tuntutan abad 21.

Lantas, postur pengetahuan dan keahlian seperti apa yang diharapkan terhadap siswa lulusan pendidikan menengah abad 21? Terkait hal ini di abad 21 ternyata  para siswa terutama pada level pendidikan menengah sebagai produk pendidikan dituntut untuk memiliki kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan yang secara lengkap meliputi: (1) Communication Skills, (2) Critical and Creative Thinking,  (3) Information/ Digital Literacy, (4) Inquary/Reasoning Skill, (5) Inpersonal Skill, (6) Multicultural/Multilingual Literacy, (7) Problem Solving, dan (8) Technological Skill.

Berbagai keahlian dan pengetahuan di atas tentunya perlu diproses oleh suatu model pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki karakteristik tersebut. Oleh karena itu para guru harus mampu memberikan pola pembelajaran yang dapat menciptakan dan menumbuhkan kemampuan siswa pada aspek pemecahan masalah (problem solving), serta mendorong siswa untuk melakukan eksperimen dan penyelidikan (inquiry) terhadap berbagai fenomena pengetahuan yang dipelajari di sekolah.

Tujuan Pendidikan kimia dikembangkan dari tujuan pendidikan IPA/sains, yang meliputi pengembangan kemampuan “problem solving” pengembangan sikap, pengembangan keterampilan, serta penguasaan pengetahuan itu sendiri. Tujuan tersebut meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. (Sugiarto,1997). Hal ini berarti, bahwa tujuan pendidikan IPA/sains adalah untuk mengembangkan produk sains (pengetahuan) dan proses sains (keterampilan, sikap dan nilai) serta interaksinya dalam diri setiap subjek didik. Hal di atas sesuai dengan hakikat sains yang meliputi 2 hal, yaitu sains sebagai produk dan sains sebagai proses, di mana keduanya tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar.

Oleh karena itu rancangan pembelajaran kimia/IPA harus dapat memuat pengembangan ketiga ranah tersebut. Untuk mengembangkan ranah afektif dan psikomotor tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, tetapi perlu ditunjang dengan pembelajaran di luar kelas, baik dalam bentuk aktivitas proyek maupun aktivitas terarah berupa praktikum maupun eksperimen.

Kegiatan praktikum atau eksperimen dapat dilakukan di laboratorium,  salah satu kegiatan pembelajaran dalam pendidikan kimia. Oleh karenanya kegiatan laboratorium harus berkembang, baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan-keterampilan sains, sikap dan nilai-nilai bagi setiap subjek didik/siswa. Di samping itu kegiatan laboratorium mempunyai peranan yang penting dalam pendidikan kimia, yaitu untuk menggugah pemahaman siswa akan apa arti ilmu kimia sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam, dan bagaimana menerapkan belajar kimia yang sebenarnya.

Pada bagian berikutnya Penulis memaparkan konsep, prosedur, dan instrumen yang digunakan di laboratorium kimia.

sumber: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia Jaya

Buku dengan judul “Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia” (144 halaman) ini ditulis berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tuti Alawiyah.

MOZAIK KATA (ANTOLOGI PUISI TOGE)

Buku Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge) adalah sebuah buku antologi puisi toge yang ditulis oleh delapan guru Indonesia.

Cover Mozaik Kata (Sumber: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia Jaya)

Buku Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge) ini berisi 80 puisi yang ditulis dengan aturan khusus yang dikenal dengan nama puisi toge. Puisi toge sendiri adalah sebuah aliran puisi kontemporer yang mulai dikembangkan di Jawa Barat oleh Edi Sudrajat alias AA Roy melalui KPPJB.

Kata toge sendiri merupakan akronim dari tiga ornamen genap. Maksudnya adalah bahwa puisi ini ditulis dalam tiga bait. Masing-masing bait hanya berisi tiga baris. Setiap baris memiliki empat suku kata. Secara keseluruhan puisi ini hanya memiliki 12 suku kata. Puisi ini juga terikat ke dalam diksi dan rima seperti puisi pada umumnya. Jadi, jangan heran bila pembaca menemukan bunyi akhir yang sama pada setiap bait puisinya. Selain untuk menambah keindahan juga menjaga keselarasan dan makna puisi itu sendiri.

Pada buku Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge), para penulis sepakat mengangkat tema mengenai berbagai hal yang dekat dengan diri dan lingkungannya. Ada yang secara totalitas mengangkat tema cinta keluarga, ada juga yang memilih tema lingkungan tempat tinggalnya.

Bahasa yang digunakan dalam menyusun puisi toge dalam buku ini pun cukup beragam. Penulis dibebaskan memilih bahasa yang digunakannya dalam berekspresi. Ada yang setia menggunakan bahasa nasional. Ada juga yang penuh kesadaran dan bangga memilih menggunakan bahasa daerahnya sebagai identitas diri dan lingkungannya. Apa pun bahasa yang dipilih dan digunakan mereka tetap disiplin menulis puisi-puisinya dalam bentuk puisi toge.

Ruang sempit yang ada di dalam puisi toge seringkali membuat mereka merasa kurang nyaman sehingga ada yang memasukkan lebih dari empat suku kata dalam setiap bait. Di sinilah peran editor sangat diperlukan guna menjaga benang merah dan keajegan isi buku sebagai sebuah antologi puisi toge yang sejak awal memang berisi puisi-puisi toge.

Editor yang jeli harus melihat dengan seksama makna, pemilihan kata, rima, dan jumlah suku kata setiap barisnya. Ini perlu agar puisi yang disuguhkan benar-benar menyuarakan pesan yang mendalam meskipun ditulis sedemikian singkat dan padat dalam dua belas suku kata saja.

Salut kepada semua penulis buku inj yang telah begitu konsisten dan penuh semangat mampu menyelesaikan tantangan menulis minimal delapan puisi toge dalam waktu kurang dari seminggu. Di tengah kesibukan mereka mempersiapkan hari istimewa mereka masih mampu menyempatkan diri memikirkan, menyusun dan menulis puisi-puisi tsb.

Akhir kata, selamat atas lahirnya buku Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge). Semoga sukses selalu.

(Karadenan, 23 Mei 2021)

Syair Yang Berbisik: Antologi Puisi Guru Pembelajar

Berkat Maluku Belajar, sebuah channel yang berisi guru-guru hebat nusantara dan dikelola oleh IGI Maluku, lahir lah buku antologi Syair Yang Berbisik.

Buku ini berisi puluhan puisi pilihan karya guru di Channel Maluku Belajar. Puisi yang terdapat di dalam buku ini mengangkat tema yang beragam mengenai kehidupan.

Ada puisi yang penuh dengan makna persahabatan, silaturahmi, dan harapan. Ada juga yang berisi kenangan dan keinginan

ENGLISH TEXT LEARNING MATERIALS AND THEIR EXERCISES: NARRATIVE, RECOUNT, PROCEDURE, AND REPORT TEXT

Writers                  : Pietra Dorand, Nur Cholifah, Neneng Hendriyani, Ika Purnama Sari

ISBN                        : 978-623-6581-11-7

Editor                     : Neneng Hendriyani

Lay out                   : tim CV

Cover designer     : Cahsantri

First Print               : April 2021

Publisher

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

Page vii+89

This book is a book that can be used as an enrichment book for English teachers in Indonesia. This book discusses the materials in English lessons and exercises on the subject.

In this book the teacher gets a clear picture of any material related to the text in English. Therefore, this book is very useful to add references in teaching English texts in schools.

Hopefully our simple work can be useful in advancing the education of the Indonesian nation and helping teachers wherever they are. (The Writers).

sumber: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia Jaya

This book explains many things about narrative, recount, procedure, and report text. Students not only learn about the social function, generic structure, language elements and so on but also how to master the texts easily.

SERPIHAN KATA DI BALIK GUMAMKU

Ini merupakan kumpulan puisi mengenai pengalaman dalam hidup saya, selain itu, isinya ada yang berupa nasihat bahwa hidup di dunia tentunya harus memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, salah satunya dengan mengingatkan sesama. (Siti Masitoh).

Serpihan Kata di Balik Gumamku

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis: Tuti Masitoh

ISBN :  978-623-6581-10-0

Penyunting: Kokom Komara (Umi) & Eneng Sri Supriatin

Lay out: Neneng Hendriyani

Desain Sampul: Cahsantri

Cetakan Pertama, April 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

https://cakrawalamj.co.id

ig: cakrawalamilenia

Jumlah halaman xii+102

Serpihan Kata di Balik Gumamku, sebentuk 100 mutiara puisi Toge dari seorang ibu bernama Tuti Masitoh bagi kebaikan semesta cipta.  Melewati derasnya kata-kata yang dibiaskan pena harapan melahirkan spektrum kata yang begitu indah mempesona, kata demi kata, menari di alas kertas putih seputih hatinya, yang bermuara ke relung palung hati yang terdalam, butiran rindu-rindu dan juga cinta menyelinap apik di antara kata-kata puisinya. Hikmah yang termaktub dari sendu jemu perjalanan ruhani di masa kovidia, mengedukasi pada mata-mata yang haus ingin meneguk hikayat cinta. Tuti Masihtoh yang kerap kali saya panggil beliau dengan sapaan renyah Bunda Tuti, memanfaatkan masa itu dalam perenungan diri, lalu beliau mengabadikan momen itu hingga keujung akar imaji para pembaca se persada.

Diabadikan lewat kata-kata yang begitu ayu, melahirkan bacaan yang memanjakan para kesatria serta bidadari literasi di muka bumi. Sengaja beliau menyajikan sedemikian rupa dengan tujuan untuk selalu mengajak kita senantiasa mengasah ketajaman hati, dan gerbang bawah sadar kita, untuk selalu tetap bersyukur dan fokus, meski berbagai bencana/musibah menghantui kita semua setiap waktu. Beliau mengajak guna merundukkan hati, membaca dengan mata batin pada kata Iqroo. Bacalah! Artinya segenap jiwa dan raga, harus dibaca, pada seluruh aspek kehidupan harus peka dan rajin dibaca. Suguhan buah pemikirian beliau ini, tertuang dalam bentuk seratus puisi toge atas nama cinta pada generasi penerus bangsa. (Edi Sudrajat (AA Roy), PJ PUISI KONTEMPORER KPPJB )

Midang Togé Munggaran

Penulis: Aas Wastinah

ISBN : 978-623-6581-09-4

Editor: Umi Komara

Lay out: Neneng Hendriyani

Desain Sampul: cahsantri

Nyieun sajak hususna sajak Sunda, lain perkara gampang. Butuh waktu pikeun ngotrétkeun ideu jadi runtuyan kalimah anu ngawirahma tur munel ka eusi haté pangarangna, nu dipalipirkeun (diksi) dina unggal padalisan. Saperti Buku Sajak pondok nu katelah sajak Sunda Togé.

Puisi TOGÉ mangrupakeun akronim “Tiga Ornamen Genap”. Lamun dibéjérbéaskeun saperti kieu, tilu hartosna sapadana aya tilu palalisan. Judulna bisa sa kecap atawa leuwih. Ornamén hartosna dina sapadalisanana aya opat engang Genap hartosna sapadana aya dua welas engang.

Estetis, semantis, diréka ku pilihan kecap (diksi) nu murwakanti sangkan ngeunaheun dibacana. jeung lain mangrupakeun kalimah nu nyambung tapi unggal padalisan miboga harti nu mandiri.

Buku Tunggal kumpulan Puisi Togé nu diserat ku Aas Wastinah anu judulna “Midang Togé Munggaran” aya harepan bisa jadi referensi utamana pikeun panglengkep, suplémén, pendamping buku utama, dina pangajaran Basa Sunda utamana pangajaran Sajak. Leuwih jauh bisa kaala mangpaatna pikeun ngaronjatkeun wiwaha pangajaran Basa Sunda di masarakatna turta bisa ngagedurkeun sumanget kreativitas tulis-tinulis.

LENTERA UNTUK NEGERI (Antologi Tokoh Pendidikan Indonesia)

Kontributor Naskah Neneng Hendriyani, M.Pd. Suharno, M.Pd. Iing Felicia, MBA Elin Herlina, S.Pd., M.Pd. I Kadek Widya Wirawan, S.Pd Rahma Dewi Hartati, M.Pd. Kusmiati Umar Syarif, MBA

Penulis: Neneng Hendriyani dkk ISBN : 978-623-6581-08-7 Editor: Neneng Hendriyani Desain Sampul & Layout Cover Dalam: Gusliani BHP Cetakan Pertama, Maret 2021 Penerbit Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat cakrawalamileniajaya@gmail.com

Lentera Untuk Negeri (Antologi Tokoh Pendidikan) adalah buku kedua dari Komunitas Pena Ajaib. Di dalam buku ini para penulis menuangkan semua ide, gagasan, dan kekagumannya terhadap tokoh pendidikan Indonesia. Sebagai seorang pendidik, mereka sepenuhnya menyadari bahwa memberikan bahan bacaan bermutu kepada generasi muda bangsa adalah bentuk lain dari upaya nyata menjalankan profesi pendidiknya. Dengan memperkenalkan tokoh pendidikan kepada mereka para pendidik ini berharap semua cita-cita dan harapan yang dimiliki para tokoh dapat diserap dan dilanjutkan oleh mereka dalam membangun tanah air tercinta. Segala hal yang terjadi dan dialami oleh tokoh pendidikan tersebut bisa menjadi ibrah bagi siapa pun yang ingin mengetahuinya. Dengan mengetahui, mempelajari segala hal yang berkaitan dengan peri kehidupan sang tokoh dapat membuat generasi muda Indonesia tampil sebagai pribadi yang mencintai dan menghargai para pendahulunya. Tidak mudah menampilkan segala kebaikan, perjuangan, cita-cita, harapan dan keinginan para tokoh pendidikan tersebut dalam sebuah esai singkat. Perlu waktu, tenaga, dan dedikasi yang luar biasa dari para penulis. Untuk itu segenap jajaran direksi dan karyawan CV Cakrawala Milenia Jaya mengucapkan terima kasih vi atas jerih payah penulis dalam menulis buku ini. Semoga semua usaha tersebut mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tiada gading yang tak retak. Ambillah apa yang baik. Bersama, mari terangi sejarah bangsa kita dengan melanjutkan cita-cita para tokoh pendidikan kita.

Setiap orang memiliki pahlawan dalam hatinya. Dia menyimpan segala kenangan tentangnya utuh dan rapi. Begitu pula para penulis yang telah berkontribusi dalam buku Lentera Untuk Negeri (Antologi Tokoh Pendidikan Indonesia). Mereka telah berjibaku di dalam waktu satu bulan untuk menuangkan kembali semua kekaguman atas tokoh pendidikan di Indonesia yang dipilihnya. Tidak mudah menulis tentang mereka. Ada banyak referensi yang harus dibaca dan digali. Dalam waktu yang singkat para penulis telah mencoba melakukan yang terbaik. Memilih orang-orang yang diannggapnya memberikan pencerahan kepada sesama di bidang pendidikan. Ada banyak nama besar yang sudah terkenal luas. Ada pula yang hanya sebagian kecil mengenalnya. Di dalam buku ini semua mendapatkan tempat yang sama. Harapan para penulis melalui buku ini cukup sederhana. Semoga pembaca dapat meneladani para tokoh pendidikan tersebut sebaik-baiknya. Dari merekalah kita belajar banyak hal. Dari mereka kita bisa membangun diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dari mereka kita bisa! Tiada akar rotan pun jadi. Matahari selalu memberikan sinarnya secara adil kepada semua makhluk di bumi. Begitu pun orang-orang yang telah viii mendedikasikan hidupnya dalam bidang pendidikan. Mereka telah melakukan banyak hal untuk kemajuan perkembangan sumber daya manusia pada zamannya. Adalah tugas kita sebagai pendidik (baca: guru) yang harus memperkenalkan kembali sepak terjang yang telah membuat mereka mahsyur dan ditulis dalam tinta emas perjuangan bangsa. Dari kita untuk Indonesia!

Daftar Isi

Sambutan

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Gambar

Haji Hasan Mustapa: Tokoh Pendidikan Tatar Sunda

Mengenal Pendiri Sekolah Muhammadiyah Tangerang

Nyai Walidah, Pelopor Pendidikan Anak Usia Dini

Raden Dewi Sartika ―Agent of Change‖ Pendidikan Wanita

Ki Hajar Dewantara, Penggagas Pendidikan Karakter di Indonesia

Abdul Chaer, Ahli Linguistik Bahasa Indonesia dan Budayawan

Tafsirku Perjuanganku

Daftar Pustaka

WARNA WARNI PJJ: ANTOLOGI PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Kontributor Naskah

Iso Suwarso

Yulianti

Iing Felicia

Sri Mukmini,S.Ag.

Pietra Dorand

Kusmiati Umar Syarif

Rahma Dewi Hartati, M.Pd.

Tuti Suryati

Elin Herlina

Titin Sutinah, S.S., M.Ed.

Suryani, S.Pd

Ari Susanah, S.Pd

I Kadek Widya Wirawan, S.Pd.

Ni Wayan Eko Yuliyastuti, S.Pd.

Erna Puspita, S.Pd.

Enar Sumartini

Dina Ardianti, S.Pd., M.Si.

Neneng Hendriyani, M.Pd.

Nuraini, S.Pd

Nur Cholifah

Nur Rochmawati, S.Pd.

Agus, S.Pd.

Revi Restiani Janwar, S.Pd

Penulis: Iso Suwarso dkk

ISBN : 978-623-6581-07-0

Editor: Neneng Hendriyani

Desain Sampul & Layout Cover Dalam: Gusliani

Cetakan Pertama, Februari 2021

Penerbit

Cakrawala Milenia Jaya

Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12

Cibinong – Bogor Jawa Barat

cakrawalamileniajaya@gmail.com

Buku ini dipersembahkan untuk semua Pejuang Pendidikan yang gigih berjuang di masa pandemic Covid-19

Buku ini adalah hasil karya guru, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan yang tergabung dalam grup WhatsApp “Pena Ajaib”. Para penulis dalam buku ini sepakat mengabadikan buah pikir, informasi, wawasan, dan pengalaman berharganya selama pelaksanaan kegiatan #BDR #BelajarDariRumah #PembelajaranJarakJauh tahun pelajaran 2019/2020, 2020/2021.

Pembelajaran jarak jauh yang penuh dengan problematika ini ditulis dengan berbagai gaya. Ada yang menulisnya dalam bentuk narasi. Ada pula deskriptif. Bahkan tidak sedikit yang memaparkannya dalam bentuk eksposisi. Apa pun itu semua sama-sama berusaha memberikan gambaran yang utuh dan jelas terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut.

Buku ini menjadi bukti fisik betapa semua guru dari Sabang hingga Merauke patuh dan taat kepada panggilan tugas yang diembannya selama pandemic Covid19. Dengan mengandalkan beragam kompetensi  mereka telah berjibaku sedemikian hebatnya demi tetap menyalakan terang bagi anak-anak bangsa.

Menulis seringkali dianggap kegiatan yang tidak menyenangkan dan tidak keren. Banyak sekali yang beranggapan ini adalah kegiatan yang tidak membawa dampak positif bagi penulis dan pembacanya. Hal ini karena beranggapan bahwa menulis tidak mudah dilakukan. Hanya buang-buang waktu dan tidak membawa dampak signifikan seperti yang diharapkan.

Namun, bagi anggota grup WhatsApp “Pena Ajaib” menulis adalah kegiatan yang sangat baik dan positif. Selain dia bisa memberikan manfaat secara finansial dia pun bisa memberikan manfaat secara nonfinansial. Seperti, kepuasan batin.

Dengan menuliskan berbagai hal yang dialaminya terutama semasa pandemik ini, para penulis dalam Grup WhatsApp “Pena Ajaib” merasa bebas menyuarakan buah pikir, wawasan, informasi, dan pengalaman yang diperolehnya dalam bentuk tulisan. Mereka pun bahagia saat tulisan yang sudah ditulisnya itu dibaca, dipahami, dan dijalankan oleh para pembacanya. Mereka meyakini bahwa semua yang mereka tulis memberikan banyak manfaat untuk para pembaca. Itulah sebabnya mereka bersemangat sekali menyelesaikan buku ini secara bersama-sama.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sejak sekolah dilaksanakan dari rumah masing-masing, praktis guru menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan. Tak peduli di mana dia tinggal, dia tetap mengajar. Tak peduli fasilitas yang dimilikinya seringkali tidak memadai dia tetap mencari cara untuk memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Dia bagaikan lilin yang rela memberikan cahaya meskipun membakar tubuhnya sendiri.

Inilah yang ingin disampaikan oleh para penulis dalam buku berjudul Warna Warni PJJ Tanah Air (Antologi Pembelajaran Jarak Jauh).

Daftar Isi

Membumikan Pembelajaran Jarak Jauh Yang Berkarakter (Sebuah Refleksi)

Proses Pembelajaran Jarak Jauh oleh Pejuang dari Ujung Selatan Kota Cilegon

Warna Warni Pembelajaran Jarak Jauh

Uniknya Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh selama Pandemi COVID-19

Padlet Ilmu Pelet yang Bisa Mengukur

PJJ di Mataku

Sisi Lain PJJ Yang Menguras Emosi

Senyum Manis dari Ciamis

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi

“Karena PJJ, Guru melawan Gaptek”

Catatan Nurani Dalam Pelangi PJJ

Menghilangkan Kejenuhan Peserta Didik Dengan Media Game Educandy Pada Masa Pembelajaran Jarak Jauh

Pengalaman Mengajar Daring Via Google Classroom Pada Masa Pembelajaran Jarak Jauh

Aplikasi Quizizz untuk PJJ

Wali Kelas di Masa PJJ

Nano-Nano Rasa PJJ

Dalam Mengajar Listening Comprehension Pada Masa Pandemi Covid19

Kami Terpaksa Mencintai Moodle

PJJ Daring Luring Exciting

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Pelaksanaan Metode Pembelajaran Baru Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Pembelajaran Seni Budaya Jarak Jauh Di Era Pandemi