Penulis: Hermawan, S. Pd., Gr. Dkk QRCBN: 62-839-3579-219 Penyunting: Neneng Hendriyani Lay out: Tim CMJ Desain Sampul : Hapiah Wardah Cetakan Pertama, Januari 2025
Cover Guru Penggerak Angkatan 11: Inspirasi Aksi Nyata di Jenjang SMA (Sumber: CMJ)
Sebagai editor, kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini. Dalam proses penyusunan buku ini, kami menyaksikan bagaimana para kontributor naskah—para guru penggerak yang luar biasa—menawarkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan pendidikan. Inisiatif seperti EKSIS PISAN, KOPASUS, PANGGELISNA, hingga NIHON INSIGHT menunjukkan bagaimana aksi nyata dapat mengubah dinamika pembelajaran dan lingkungan sekolah menjadi lebih inspiratif dan memberdayakan. Buku ini tidak hanya berisi dokumentasi kegiatan, tetapi juga refleksi mendalam dari para pelaku aksi nyata. Refleksi ini memberikan wawasan berharga bagi pembaca tentang tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, dan pembelajaran yang diperoleh. Kami berharap, melalui buku ini, para pembaca, khususnya guru, dapat menemukan inspirasi untuk terus berinovasi dan membawa perubahan positif di dunia pendidikan.
Buku ini berjudul “Kunci Emas Pembuka Pintu Masa Depan: Kumpulan Kata Bijak dalam Akrostik”. Sebuah buku yang berisi kutipan kata-kata bijak dan peribahasa yang dikutip dari para ahli, baik dari dalam maupun luar negeri. Kata-kata bijak dan peribahasa tersebut dirangkai dalam sebuah puisi Akrostik yang merupakan rangkaian kata-kata yang memberikan inspirasi, motivasi, dan pemahaman tentang cara menata hidup dengan bijaksana, memiliki kekuatan untuk mengubah pandangan orang terhadap hidup, serta memberikan arahan dan dorongan untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Semoga dengan membaca buku ini dapat memberikan panduan untuk menghadapi setiap situasi dengan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menata hidup. Sebab dalam menjalani kehidupan, kita dihadapkan pada berbagai tantangan, kegagalan, dan keputusan sulit
Akrostik adalah syair atau puisi yang dibentuk dari rangkaian huruf yang mengawali atau mengakhiri tiap barisnya. Akrostik berasal dari bahasa Yunani, akrostichis, berarti sajak yang barisnya disusun sesuai huruf awal kata atau kalimat. Semua baris dalam puisi akrostik memiliki deskripsi topik yang penting. Puisi akrostik dianggap sebagai langkah paling mudah yang bisa dilakukan oleh penulis. Dengan puisi akrostik, penulis bisa belajar mengaitkan kalimat dengan kata yang sudah ditentukan sebelumnya. Kesimpulannya, puisi akrostik adalah puisi yang dibentuk dari rangkaian huruf tiap kata atau kalimat dalam suatu baris. Kata yang digunakan adalah istilah-istilah yang ditemukan di sekolah.
S ~ “Seseorang tidak harus dilahirkan dengan keberanian, tapi dia dilahirkan dengan potensi. Tanpa keberanian, kita tidak dapat mempraktikkan kebajikan lain dengan konsisten. Kita tidak bisa menjadi baik, benar, penyayang, murah hati, atau jujur.” (Maya Angelou)
I ~ “Ini bukanlah waktu untuk kemudahan dan kenyamanan. Ini adalah waktu untuk berani dan bertahan.” (Winston Churchill)
S ~ “Sikap rendah hati akan membantumu belajar dan tumbuh.” (Unknown)
W ~ Wajib diperhatikan detail, karena kesuksesan tersembunyi di dalamnya. (Unknown)
I ~ “Indeks terbaik untuk karakter seseorang adalah bagaimana dia memperlakukan orang yang tidak bisa membantunya, dan bagaimana dia memperlakukan orang yang tidak bisa melawan.” (Abigail Van Buren)
B ~ “Belajarlah sejak dini, karena ilmu adalah perhiasan yang tidak akan pernah pudar.” (Ali bin Abi Thalib)
E ~ Etika”dalam proses belajar, kita merajut benang waktu untuk menciptakan kain cerita pribadi.”
L ~ Lembaran putih yang berisi”Setiap kata yang dipelajari adalah batu fondasi untuk membangun katedral pengetahuan.”
A ~A little progress each day in your self is ads thing up to big result.” (Sedikit kemajuan setiap hari di dalam dirimu menambah sesuatu hingga hasil yang besar.)
J ~ “Jangan pernah menyerah pada belajar, karena pengetahuan adalah kekuatan.” (Anonim)
A ~“Al ilmu bilaa ‘amalin kasyajari bila tsamarin.” (Ilmu tanpa amal atau praktek seperti pohon yang tidak berbuah.
R ~ Ruang”setiap pelajaran adalah kanvas kehidupan, dan pengetahuan adalah catatan sejarah yang abadi.”
Juhanda, S.Pd., lahir di Purwakarta, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 1976. Beralamat di Gang Kalapa Kampung Cibaragalan Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Mempunyai seorang istri yang bernama Sri Rahayu, dan seorang putri yang bernama Salma Ayunda Zahra. Seorang penggiat Ekstrakurikuler Pramuka dan aktif di kepengurusan PGRI Korwil 2 Kecamatan Bungursari. Sekarang bekerja sebagai guru SDN 1 Cikopo.
Buku ini dipersembahkan untuk semua Pejuang Pendidikan yang gigih berjuang di masa pandemic Covid-19
Buku ini adalah hasil karya guru, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan yang tergabung dalam grup WhatsApp “Pena Ajaib”. Para penulis dalam buku ini sepakat mengabadikan buah pikir, informasi, wawasan, dan pengalaman berharganya selama pelaksanaan kegiatan #BDR #BelajarDariRumah #PembelajaranJarakJauh tahun pelajaran 2019/2020, 2020/2021.
Pembelajaran jarak jauh yang penuh dengan problematika ini ditulis dengan berbagai gaya. Ada yang menulisnya dalam bentuk narasi. Ada pula deskriptif. Bahkan tidak sedikit yang memaparkannya dalam bentuk eksposisi. Apa pun itu semua sama-sama berusaha memberikan gambaran yang utuh dan jelas terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut.
Buku ini menjadi bukti fisik betapa semua guru dari Sabang hingga Merauke patuh dan taat kepada panggilan tugas yang diembannya selama pandemic Covid19. Dengan mengandalkan beragam kompetensi mereka telah berjibaku sedemikian hebatnya demi tetap menyalakan terang bagi anak-anak bangsa.
Menulis seringkali dianggap kegiatan yang tidak menyenangkan dan tidak keren. Banyak sekali yang beranggapan ini adalah kegiatan yang tidak membawa dampak positif bagi penulis dan pembacanya. Hal ini karena beranggapan bahwa menulis tidak mudah dilakukan. Hanya buang-buang waktu dan tidak membawa dampak signifikan seperti yang diharapkan.
Namun, bagi anggota grup WhatsApp “Pena Ajaib” menulis adalah kegiatan yang sangat baik dan positif. Selain dia bisa memberikan manfaat secara finansial dia pun bisa memberikan manfaat secara nonfinansial. Seperti, kepuasan batin.
Dengan menuliskan berbagai hal yang dialaminya terutama semasa pandemik ini, para penulis dalam Grup WhatsApp “Pena Ajaib” merasa bebas menyuarakan buah pikir, wawasan, informasi, dan pengalaman yang diperolehnya dalam bentuk tulisan. Mereka pun bahagia saat tulisan yang sudah ditulisnya itu dibaca, dipahami, dan dijalankan oleh para pembacanya. Mereka meyakini bahwa semua yang mereka tulis memberikan banyak manfaat untuk para pembaca. Itulah sebabnya mereka bersemangat sekali menyelesaikan buku ini secara bersama-sama.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sejak sekolah dilaksanakan dari rumah masing-masing, praktis guru menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan. Tak peduli di mana dia tinggal, dia tetap mengajar. Tak peduli fasilitas yang dimilikinya seringkali tidak memadai dia tetap mencari cara untuk memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Dia bagaikan lilin yang rela memberikan cahaya meskipun membakar tubuhnya sendiri.
Inilah yang ingin disampaikan oleh para penulis dalam buku berjudul Warna Warni PJJ Tanah Air (Antologi Pembelajaran Jarak Jauh).
Penerbit Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat Telp. 08136336202 – 085715773482 cakrawalamileniajaya@gmail.com web: http://cakrawalamj.co.id
Yamini, Sri. et.al. Bunga Rampai Goresan Pena Guru Jawa Barat /Sri Yamini, et.al.; Editor, Neneng Hendriyani cet.1-2018 Ukuran: 14.8 x 21 Jumlah Halaman x+81
Harga: Rp. 50.000,00
Buku antologi ini merupakan buku yang berisi kumpulan opini para guru yang mengajar di wilayah provinsi Jawa Barat mengenai pendidikan yang sedang booming dewasa ini. Para guru yang menulis di dalam antologi ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, seperti SD, SMP, SMA, dan SMK. Dengan berbagai mata pelajaran yang diampunya penulis berusaha menyampaikan ilmu pengetahuan, dan wawasan yang telah diperolehnya setelah mengikuti berbagai seminar, workshop, diklat daring dan luring kepada seluruh masyarakat dengan cara menuliskan opininya dalam antologi ini. Melalui karya sederhana ini para guru yang tergabung dalam Pena Guru Jawa Barat ini berusaha mengajak semua pihak untuk berpikir kritis mengenai berbagai hal yang terjadi di sekitar kita. Lewat tulisannya mengenai Tips Menulis dari Pelatihan Menulis Buku, Ibu Sri Yamini mengajak semua orang terutama guru untuk mulai membiasakan diri menulis dalam berbagai tema. Pendidikan Keluarga sebagai sokoguru utama dalam mendidik generasi penerus bangsa berusaha ditonjolkan kembali oleh Ibu Neneng Hendriyani. Melalui kesadaran sebagai ibu dan istri, ia mengajak semua perempuan Indonesia untuk menyadari fitrahnya sebagai pendidik yang utama bagi generasi penerus bangsa. Sejalan dengan tulisan sebelumnya, Ibu Ade Supartini mengingatkan pembaca bahwa Pendidikan karakter adalah strategi yang tepat untuk mendidik anak zaman now. Ibu Erni Wardhani lewat kegemarannya meneliti fenomena Bahasa alay di medsos berupaya mengingatkan pembaca pentingnya meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Generasi zaman now yang sering dianggap sebagai generasi micin ini disinyalir masih perlu mendapatkan pembinaan dalam menggunakan Bahasa nasional yang baik dan tepat. Peran pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan dalam membangun kesadaran generasi micin ini. Demikian Ibu Erni Wardhani berpendapat dalam tulisannya tersebut. Makin berkembangnya dunia teknologi informasi saat ini menyebabkan gap yang cukup besar bagi orang tua dan anak. Menurut Ibu Erni Wardhani, orang tua yang sering dijuluki sebagai imigran di dunia digital tersebut harus menyesuaikan diri dengan anak-anak yang menjadi kaum native digital. Hal ini perlu dilakukan mengingat anak perlu didampingi dalam memanfaatkan teknologi dan informasi yang begitu mudah diaksesnya demi meminimalisir dampak negative jangka panjangnya.
Gegap gempitanya dunia Pendidikan menyambut kelahiran kurikulum baru pada tahun 2013 disambut oleh Ibu Kartika melalui tulisannya yang apik. Ia mengulas kurikulum tersebut dengan Bahasa yang ringan dan enak dibaca. Ya, kurikulum 2013 tidak sulit untuk diterapkan namun juga tidak mudah untuk dipahami oleh seluruh pihak. Oleh karena itu tepat sekali apa yang disampaikannya; gampang-gampang susah kurikulum 2013. Bagi orang tua yang sibuk bekerja seharian tentu pilihan menyekolahkan anaknya di sekolah yang menerapkan system full day school adalah pilihan yang tak bisa dihindari. Selain lebih aman dan dapat ikut mengawasi anak, full day school ini ternyata memiliki sisi lain yang perlu dicermati Bersama. Ibu Imas Mulyati dengan piawai membawa pembacanya untuk lebih merenungkan kembali sisi negatif full day school. Permasalahan klasik seputar UNBK rupanya menelisik rasa ingin tahu Ibu Imas Mulyati sehingga beliau memilih judul Indonesia, siapkah ber-UNBK? Tulisan ini sangat bernas sekali dan mudah dipahami oleh siapa pun yang ingin ikut serta meningkatkan kualitas evaluasi, penilaian, dan kemampuan para siswa melalui ajang tahunan tersebut. Seluruh keberhasilan di dunia Pendidikan tidak pernah lepas dari disiplin positif yang dimiliki oleh seluruh pihak yang terkait. Ibu Salmi dari SMK Negeri 6 Bandung menjelaskan dengan gamblang mengenai disisplin positif tersebut.
Selain itu ia pun melalui tulisannya mengajak siapa pun untuk membuat resolusi yang SMART. Resolusi SMART ini dapat membantu setiap individu untuk meraih impian dan cita-citanya dengan mudah. Tips-tips yang diberikannya sangat mudah untuk dijalani. So, tunggu apa lagi ayo baca hingga tuntas buku ini.
untuk pemesanan dan pembelian buku ini sila klik aja