Membangun PendidikanBermakna(Aksi Nyata Guru Penggerak Angkatan 11)

Penulis: Rifki Santana Nugraha, dkk
QRCBN: 62-839-5437-706
Penyunting: Neneng Hendriyani
Lay out: Tim CMJ
Desain Sampul: Hapiah Wardah
Cetakan Pertama, Januari 2025

Cover: Membangun Pendidikan Bermakna (Sumber: CMJ)

Buku ini merupakan kumpulan pengalaman,
refleksi, serta aksi nyata yang telah dilakukan oleh para Guru
Penggerak Angkatan 11 dalam upaya mewujudkan transformasi
pendidikan di Indonesia, terutama untuk jenjang Sekolah Dasar.
Sebagai bagian dari program Guru Penggerak, para pendidik
dalam buku ini telah mengimplementasikan berbagai inovasi
pendidikan yang berlandaskan pada filosofi pendidikan Ki Hadjar
Dewantara. Setiap aksi nyata yang tertuang dalam buku ini
menggambarkan semangat kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan
para guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik
bagi peserta didik.
Buku ini disusun secara sistematis, mencakup latar belakang
masalah, tujuan aksi nyata, langkah-langkah pelaksanaan, hasil yang
diperoleh, refleksi pembelajaran, serta dokumentasi kegiatan dari
berbagai proyek yang telah dijalankan. Selain itu, bionarasi dari
setiap penulis juga disertakan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi
mereka dalam dunia pendidikan.

Inovasi Pendidikan Berbasis Aksi: DariKonsep ke Implementasi (Aksi Nyata GuruPenggerak Angkatan 11 Kab. Bogor)

Penulis: Ika Mustikawati, dkk
QRCBN: 62-839-5712-211
Penyunting: Neneng Hendriyani
Lay out: Tim CMJ
Desain Sampul : Hapiah Wardah
Cetakan Pertama, Januari 2025

Cover: Inovasi Pendidikan Berbasis Aksi dari Konsep ke Implementasi (Sumber: CMJ)

Dalam era yang terus berkembang, dunia pendidikan
menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan solusi
kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi para pendidik, akademisi, dan
pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang dan
melaksanakan strategi pembelajaran yang lebih efektif,
menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Buku ini disusun secara sistematis, dimulai dengan
pemaparan latar belakang dari masing-masing program,
tujuan yang ingin dicapai, langkah-langkah implementasi,
serta refleksi dari hasil yang diperoleh. Beberapa program
inovatif yang diangkat dalam buku ini, seperti PROSESI, AL
HADI, PAPEDA, PRABUSARMA, KAREYLISH, SEJAWAT,
KEPRONTAL, LIBERASI, KUDU, MAGIC’S, hingga konsep
MATEMATIKA ASYIK DAN MENYENANGKAN, diharapkan
dapat memberikan wawasan serta inspirasi bagi pembaca
dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih bermakna.

Jejak inspirasi: Praktik Terbaik Guru Penggerak SMK Angkatan 11 Kabupaten Bogor

Penulis: Imam Maulana, S. Pd., Gr. dkk
QRCBN: 62-839-6325-711
Penyunting: Neneng Hendriyani
Lay out: Tim CMJ
Desain Sampul: Hapiah Wardah
Cetakan Pertama, Januari 2025

Cover: Jejak Inspirasi (Sumber: CMJ)

Buku ini menjadi dokumentasi atas dedikasi, kreativitas, dan
inovasi para Guru Penggerak dalam menghadirkan perubahan yang
berdampak positif bagi pendidikan di lingkungan sekolah. Setiap
program aksi nyata yang diulas di dalamnya mencerminkan
semangat kolaborasi, kepemimpinan, dan pemberdayaan yang
diusung oleh Program Guru Penggerak.
Melalui berbagai tema seperti pengelolaan sampah, energi
terbarukan, literasi, hingga pengembangan keterampilan teknologi
informasi, para guru telah menunjukkan bagaimana praktik baik
dapat menjadi inspirasi bagi sesama pendidik, siswa, dan
masyarakat. Buku ini tidak hanya merekam berbagai langkah
pelaksanaan aksi nyata, tetapi juga menyajikan refleksi dan
pembelajaran sebagai upaya berkelanjutan untuk memperbaiki
kualitas pendidikan.

Guru Penggerak Angkatan 11: Inspirasi Aksi Nyata di Jenjang SMA

Penulis: Hermawan, S. Pd., Gr. Dkk
QRCBN: 62-839-3579-219
Penyunting: Neneng Hendriyani
Lay out: Tim CMJ
Desain Sampul : Hapiah Wardah
Cetakan Pertama, Januari 2025

Cover Guru Penggerak Angkatan 11: Inspirasi Aksi Nyata di Jenjang SMA (Sumber: CMJ)

Sebagai editor, kami merasa terhormat dapat menjadi bagian
dari perjalanan luar biasa ini. Dalam proses penyusunan buku ini,
kami menyaksikan bagaimana para kontributor naskah—para guru
penggerak yang luar biasa—menawarkan solusi kreatif terhadap
berbagai tantangan pendidikan. Inisiatif seperti EKSIS PISAN,
KOPASUS, PANGGELISNA, hingga NIHON INSIGHT menunjukkan
bagaimana aksi nyata dapat mengubah dinamika pembelajaran dan
lingkungan sekolah menjadi lebih inspiratif dan memberdayakan.
Buku ini tidak hanya berisi dokumentasi kegiatan, tetapi juga
refleksi mendalam dari para pelaku aksi nyata. Refleksi ini
memberikan wawasan berharga bagi pembaca tentang tantangan
yang dihadapi, strategi yang digunakan, dan pembelajaran yang
diperoleh. Kami berharap, melalui buku ini, para pembaca,
khususnya guru, dapat menemukan inspirasi untuk terus berinovasi
dan membawa perubahan positif di dunia pendidikan.

Mar (3)

Editor: Umi Komara Lay Out: Neneng Hendriyani Cover designer: Tim CMJ Cetakan Pertama, September 2025 Penerbit Cakrawala Milenia Jaya

Cover Mar 3 (sumber: CMJ)

Pembaca yang budiman, Novel ini penulis hadirkan
dengan judul “Mar” kisah hidup yang penuh liku. Perjuangan
seorang wanita dalam memperjuangkan cintanya. Sengaja
disusun dengan sederhana, ringan dibaca di sela-sela
kesibukan, dengan harapan mudah untuk memahami dan
menghayatinya.

Di bulan Januari ini masih musim hujan, dan sore
inipun ketika aku membuka Laptopku suara hujan di luar
jendela kamarku masih terdengar gemericiknya membasahi
bebatuan yang berserak di bawah jendela kamarku,
percikannya membuat kaca jendelaku terlihat buram
karenanya, dan walaupun jendela kamarku kututup rapat, tapi
dinginnya masih menelusuri pori-poriku sehingga bulu-bulu di
sekujur tubuhku seakan berdiri membuat aku bangkit dan
mengambil mantelku lalu segera kupakai sehingga tubuhku
terasa sedikit menghangat.
Aku mulai membuka Laptopku lagi, setelah hampir
setahun yang lalu aku menulis, dan sekarang aku akan mulai
mencoba untuk menulis lagi, menuliskan segala yang aku
pernah pendam selama bertahun-tahun.
Sebenarnya mengingat masa lalu itu sangat mudah
ketika kubayangkan saat-saat itu, malah masih jelas terukir
dalam benakku, tapi ketika aku tumpahkan dalam tulisan
terasa tersendat, tanganku seakan bergetar dan hatiku yang
kini sudah sembuh dari luka masa laluku terasa kambuh lagi,
kemudian mengalirlah butir-butir air mataku berserakan di
kedua belah pipiku, seakan-akan peristiwa itu masih berada di
depan mataku.
Tapi kini aku berusaha agar peristiwa-peristiwa masa
laluku itu akan menjadi sebuah pengalaman dan karya dalam
hidupku, dan aku berusaha mengingatnya demi sebuah tulisan
yang semoga bisa menginspirasi para pembaca sebagai
pengalaman yang bermanfaat dalam mengarungi kehidupan di
dunia ini.
Maka inilah ceritaku selanjutnya …

Kumpulan Carita Lucu: Borangan (Ngabodor Sorangan)

Kumpulan Carita Lucu: Borangan (Ngabodor Sorangan) Editor: Umi Komara Lay Out: CMJ Cover designer: CMJ Cetakan Pertama, September 2025. QRCBN : 62-839-2917-282

Buku “Borangan” atanapi Ngabodor Sorangan
mangrupikeun buku kumpulan carita lucu atawa nu pikaseurieun,
carita-carita nu ditulis mangrupakeun pangalaman nu kaalaman
sapopoé, boh pangalaman sorangan atawa pangalaman batur anu
katémpo. Mimitina ditulis pikeun bahan lomba dina kagiatan FTBI
nu diayakeun di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Bahan
bahan anu ditulis dikumpulkeun dina buku ieu. Sangkan bisa kapaké
ku barudak dina waktu latihan.
Borangan (ngabodor sorangan) digagas ku Taufik
Faturohman taun 2012. Mangrupakeun pembaharuan ti budaya tutur
urang Sunda nu asalna tina dongéng. Sajatina borangan lain
ngadopsi budaya luar (stand up comedy), tapi mangrupakeun
pengembangan nu pernah dilakukeun ku Jamar Media saparakanca
dina lawakan sorangan. Borangan jadi salah sahiji program acara
televisi Lokal IMTV (I-News TV) nu cukup dipikaresep ku
masyarakat.

Cover Ngabodor (sumber: CMJ)

Halodo

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sampurasun …!
Nonton Timnas Indonésia
Jajan seblak di Bi Éuis
Ku sono ka sadayana
Ti nu séksi tur nu geulis
Kuéh donat reujeung wijén
Diical di alun-alun
hormat ka girang pangajén
Hapunten tos kumawantun
Para wargi kumaha daramang?
Di urang ayeuna keur usum halodo. Tos sababaraha dinten
kapengker cuaca téh meni panas pisan. Ku panas-panasna cuaca,
buuk kuring jadi tutung hideung. Teras ku ayana halodo ieu,
pepelakan jadi gagal panén sabab sawahna gararing. Malah aya
kajadian di lembur kuring, éta aki-aki jeung nini-nini melak paria di
kebon, naha sadaya buahna téh bet parait, teu aya nu haseum-haseum
acan, komo amis mah. Karunya teuing.
Pamiarsa ….
Sim kuring mah sok bingung ngabandungan jalmi-jaman kiwari.
Dipasihan halodo sok rumahuh, ngutruk alias kukulutus. Cenah
hareudang bayeungyang, panas ngahéab, taneuh gararing, awak jadi
hideung. Tapi mun dipasihan usum hujan, sok ngarep-ngarep iraha
halodo, tiris jeung sok banjir cenah. Ari kanggo sim kuring mah teu

aya masalah, rék hujan, rék halodo, sami-sami anugrah rizki ti Gusti
Allah nu kedah disyukuri. Leres teu?
Teu kudu rungsing dipaparin halodo da jaman kiwari mah tos aya
panangkal anti panas, anti hareudang jeung anti hideung. Cing naon
ari panangkal anti panas jeung hareudang? Ari panangkal anti
hideung naon? Aya nu apal teu?
Pamiarsa cobi tingali body abdi, putih mulus. Ceuk babaturan mah
abdi téh alus rupa siga artis. Imbitna siga biola Itali. Socana
cureuleuk siga Agnés Monica.
Padahal sim kuring mah tara ka salon da mahal biaya perawatanana.
Cekap ku dibalur ku handbody jeung ku skincare. Cobi tingali,
pameunteu abdi, kinclong kan?
Pamiarsa.
Supaya ieu rohangan jadi adem, sim kuring badé tatarucingan. Mun
tiasa nebak, dipasihan hadiah ku goyangan ala Nadira. Siap?
Hayam rintit nonggéng ka langit? Ganas.
Bujurna ditiup, awakna dirampaan? Suling.
Aya leungeun teu ramoan aya beuheung teu sirahan? Baju.
Awakna ditincak beuheungna dicekék? Sandal jepit.
Goyang….
Sakitu anu kapihatur.
Wassalamualaikum wr.wb.

Sekolah Hijau dan Sehat: Menciptakan SDM Unggul dan Berkesadaran Lingkungan

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
All Right Reserved
Penulis : Ari Arniawati, SS, M.Pd
QRCBN : 62-839-4346-885
Penyunting : Neneng Hendriyani
Lay out : Tim CMJ
Desain Sampul: Hapiah Wardah
Cetakan Pertama, Desember 2024

Sampul Buku Saku: Sekolah Hijau dan Sehat

Pengelolaan sampah selama ini, hanya dibuang di tempat yang agak jauh dari ruangan kelas yang masih berada di lingkungan sekolah, dengan hanya mengandalkan tugas dan tanggungjawab dari caraka sebagai karyawan sekolah yang jumlahnya sangat terbatas.
Analisis permasalahan di atas, menjadi dasar dibuatnya program yang mengangkat tema “Sekolah Hijau dan Sehat: Menciptakan SDM Unggul dan Berkesadaran Lingkungan” di SMKN 1 Gunungputri.”

Secara umum panduan ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama terdiri bagian yang menekankan pada upaya menggali potensi sekolah dengan jumlah siswa yang sangat banyak, menganalisis permasalahan dan rencana program. Bagian kedua, merupakan deskripsi pelaksanaan yang telah
dilakukan sebagian dari program di atas. Bagian ketiga sebagai penutup yang berisi kesimpulan dan rekomendasi lanjutan.*)

MENGGAMBAR DENGAN AUTO CAD 2D JILID 1

Modul Diklat Siswa Teknik Pemesinan: Menggambar dengan AutoCad 2D Jilid 1

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

All Right Reserved

Penulis          :  Hafidz Jayalaksana, S.T.

QRCBN          :  62-839-8191-064     

Penyunting   :  Neneng Hendriyani

Lay out          : Tim CMJ

Desain Sampul: Hapiah Wardah

Cetakan Pertama, Januari 2025

Di era digital saat ini, keterampilan menggambar teknik secara digital menjadi salah satu kompetensi yang sangat diperlukan di dunia industri. Oleh karena itu, modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendasar tentang penggunaan AutoCAD 2D, mulai dari pengenalan alat-alat dasar hingga penerapan teknik menggambar sesuai standar industri. Materi yang disajikan dalam modul ini disusun secara sistematis dan praktis, sehingga diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep dan aplikasi menggambar teknik.

Automatic Computer Aided Design (AutoCAD) adalah program aplikasi computer yang digunakan untuk mendesain gambar dalam bidang teknik dan rancang bangun yang dikembangkan oleh autodesk. program berbasis desain ini mudah digunakan sebagaimana pada menggambar manual. Kelengkapan fitur dan akurasi gambar yang tinggi menempatkan AutoCAD menjadi program desain yang paling populer dibandingkan program aplikasi sejenis.

Jejak Etnis Tionghoa di Cibinong

Cover Jejak Etnis Tionghoa di Cibinong (sumber: CV CMJ)

Penulis            : Alwan Putra Desriyanto, dkk

QRCBN           : 62-839-0941-855

Penyunting      : Neneng Hendriyani

Lay out            : Hawa

Desain Sampul: Andini Putri Erviyansyach

Cetakan Pertama, Mei 2023

Nama Hok Tek Ceng Sin diambil dari salah satu nama Dewa, yaitu Dewa Bumi yang bertugas dalam penjagaan kehidupan rakyat agar bahagia, aman dan memiliki banyak rezeki. Sejarah awal mula didirikannya Hok Tek Ceng Sin ini tidak diketahui secara jelas. Namun konon pendirinya ialah pedagang transmigran Tionghoa yang datang ke Indonesia dan saat mereka singgah di suatu tempat mereka membawa patung Dewa yang disembah hingga saat ini (Agi Widodo kepada tribunnewsbogor.com 11/2/20121). Menurut Hidayat, penjaga toko di kelenteng, kisaran tahun berdirinya kelenteng ialah sekitar 500-700 tahun yang lalu. Karena tidak ada catatan mengenai hal tersebut dikatakan bahwa sang pendiri tidak ingin dianggap sombong dengan menceritakannya.

Kelenteng ini memiliki arsitektur khas Cina yang dapat terlihat sangat jelas dari warna bangunannya yang sering dihiasi dengan warna merah dan kuning keemasan karena kedua warna tersebut memiliki makna simbolis yang penting dalam kepercayaan dan budaya Asia.

Warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kekuatan, serta diyakini dapat membantu mengusir roh jahat. Dalam kepercayaan Taoisme, merah juga melambangkan elemen api dan merupakan warna utama dalam festival Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, warna kuning keemasan melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan keberuntungan dalam kepercayaan dan budaya Asia. Warna ini juga dianggap suci dan dihubungkan dengan keilahian dalam agama Budha.

Kelenteng Hok Tek Bio Cibinong juga sering menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi umat Konghucu di wilayah tersebut. Beberapa kegiatan yang biasa diadakan di kelenteng ini antara lain:

  1. Ibadah: Umat Konghucu melakukan ibadah di Kelenteng Hok Tek Bio Cibinong secara rutin. Ibadah dilakukan pada hari raya besar seperti Cap Go Meh, Imlek, dan Tahun Baru Cina.
  2. Kegiatan Sosial: Kelenteng ini sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan sosial, seperti bakti sosial, pengobatan gratis, dan pemberian sembako bagi masyarakat kurang mampu.
  3. Kegiatan Budaya: Di Kelenteng Hok Tek Bio Cibinong, umat Konghucu dapat mengikuti kegiatan budaya seperti seni bela diri Kungfu, kesenian tradisional seperti Wayang Potehi dan Barongsai, serta pelajaran Bahasa Mandarin.
  4. Acara Tahun Baru Imlek: Kelenteng Hok Tek Bio Cibinong menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer pada saat perayaan Tahun Baru Imlek. Pada saat ini, kelenteng akan dihiasi dengan ornamen khas Tiongkok dan diadakan berbagai acara seperti parade Barongsai dan pertunjukan seni.
  5. Kegiatan Keagamaan Lintas Agama: Selain kegiatan keagamaan bagi umat Konghucu, Kelenteng Hok Tek Bio Cibinong juga sering menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan keagamaan lintas agama, seperti doa bersama dan dialog antar umat beragama. Hal ini menunjukkan semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di wilayah Cibinong.

Dari daerah struktur pembangunannya terlihat memang Hok Tek Bio ini sengaja ditempatkan di dekat pasar karena di pasarlah mayoritas orang Tionghoa mencari rezeki. Dan pembangunannya yang berhadapan dengan arus air. Dikatakan bahwa alasan berhadapan dengan air karena air bermakna sebagai pembawa keberkahan dan rezeki. Ini sesuai dengan lokasi Kelenteng Hok Tek Ceng Sin Cibinong yang dekat dengan Kali Baru dan pasar Cibinong.

Sistematika penulisan buku ini adalah sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan. Pada bab ini berisi alasan penulis mengambil topik dari buku ini. Bab ini menjelaskan pula latar belakang, tujuan dan manfaat dari penelitian Etnis Tionghoa di Cibinong.

BAB II Peninggalan Bangunan. Bab ini akan membahas tentang peninggalan bangunan etnis Tionghoa di Cibinong berupa kelenteng dan pemakaman. Kami memilih  Kelenteng Hok Tek Bio Cibinong, pemakaman, Feng shui rumah,  meja altar abu, dan Dewa Pintu.

BAB III Budaya Etnis Tionghoa. Bab ini berisi kebudayaan dari Etnis Tionghoa. Bab ini menjelaskan tentang hari-hari besar, tradisi yang biasa dilakukan, kepercayaan, pakaian tradisional, dan adat pernikahan.

BAB IV Kuliner. Bab ini membahas tentang arti, fungsi, kegunaan, dan nama-nama kuliner etnis Tionghoa.

BAB V Simpulan dan Saran. Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian. Isi kesimpulan yang merupakan kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan dan saran untuk pembaca dan peneliti selanjutnya.

LAMPIRAN. Pada bagian ini berisi data observasi, biodata penulis dan biodata pembimbing.

Kelurahan Cirimekar : Yon Bekang & TPU Cirimekar

cover Kelurahan Cirimekar Yon Bekang & TPU Cirimekar (sumber: CV CMJ)

Penulis                :  Ahmad Faizul Adnan dkk

QRCBN              : 62-839-5297-718

Penyunting         : Neneng Hendriyani

Lay out               : Hawa

Desain Sampul  : M. Ari Maulana Lubis dan Altahalli Nadhifa Nyssa

Cetakan Pertama, Mei 2023

Wilayah Cibinong memiliki enam kelurahan, yaitu Cirimekar, Ciriung, Harapan Jaya, Karadenan, Nanggewer Mekar, dan Pabuaran. Kelurahan yang paling dekat dengan kota Cibinong adalah Cirimekar.  

Wilayah Cirimekar merupakan salah satu kelurahan yang berada di Cirimekar. Kelurahan Cirimekar terbentuk pada tahun 1978. Cirimekar memiliki luas wilayah sebanyak 172.000.000 Hektare dan memiliki penduduk sebanyak lebih kurang 12.928 jiwa. Kelurahan Cirimekar memiliki kelembagaan masyarakat seperti RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Tetangga) dsb. Jumlah RT di Kelurahan Cibinong ini sebanyak 27 sedangkan RW berjumlah sebanyak tujuh.

Cirimekar merupakan kelurahan yang sedang berada pada masa pengembangan karena pada saat ini di Cirimekar banyak sekali terdapat tempat rekreasi, seperti Situ Gedong yang berada di dekat wilayah Yon Bekang, Cibinong.

Selanjutnya, ada Alun-Alun Cirimekar yang biasanya dimanfaatkan masyarakat setempat untuk berolahraga serta sarana rekreasi, yaitu Situ Citatah. Situ Citatah ini biasanya dimanfaatkan para warga setempat untuk memancing ikan dan bisa juga dijadikan tempat-tempat untuk bersantai.

Berdirinya  wilayah  Yon  Bek Ang  di kelurahan ini  melalui  sejarah  yang  panjang. Sebelum  menjadi  wilayah  Bek Ang  yang  dikenal seperti  sekarang,  pada  masa  kependudukan  Belanda  wilayah ini  digunakan sebagai  tempat  militer  Belanda. Saat itu tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat latihan, dan tempat istirahat para prajurit Belanda. 

Seiring  berjalannya waktu wilayah ini telah berganti kekuasaan.  Wilayah  ini  pada  akhirnya  dikuasai  oleh  prajurit  perang  Indonesia. Kemudian, tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat istirahat dan latihan para Tentara Indonesia. Pada awalnya wilayah ini tidak sebesar sekarang. Dulu  tempat  ini  banyak  tumbuhi oleh  pohon karet.  Tentara  Indonesia  menguasai  wilayah ini  pada  tahun  1961  dan  nama  wilayah  ini  adalah  Yon In Palad, tempat  ini  digunakan  sebagai  base camp  prajurit  Indonesia  dalam  operasi  perebutan  pembebasan  Irian  Barat  yang dikenal  dengan  operasi  Trikora. Operasi ini  dilakukan  selama  kurang  lebih  sepuluh  bulan  yakni  dari  tanggal  19 Desember  1961  sampai  1  Oktober  1962.

Pada  1965  munculnya  Partai  Komunis  Indonesia  (PKI)  di daerah  Cibinong wilayah  Yon  In  Palad  ini  direbut  oleh  PKI  (Partai  Komunis  Indonesia)  namun  tidak  berselang  lama  wilayah  ini  kembali  direbut  oleh  TNI  (Tentara  Negara  Indonesia). Di sisi lain PKI ini memiliki  wilayah  kekuasaan  di wilayah  LIPI  tempat  tersebut  digunakan  sebagai  Base Camp  para PKI. Namun  karena  PKI  pada  tahun  tersebut  tunggang  langgang  akhirnya  dikuasai  oleh  anggota  TNI  lalu  diserahkan  kepada  negara.

Seiring  berjalannya  waktu,  pada  tahun  1985  wilayah  Yon  In  Palad  berganti  nama  menjadi  Yon  Bekang  1.  Sekarang  wilayah  ini  digunakan  sebagai  tempat  latihan  tembak  Prajurit  TNI  dan  tempat  pembekalan  perlengkapan-perlengkapan  TNI.

TPU  Cirimekar  adalah  tempat  pemakaman  umum  yang  terletak  di  Cirimekar.  TPU  ini  sangat  tidak  asing  dengan  warga-warga wilayah Cirimekar. TPU ini memiliki luas 2 hektare. Secara geografis TPU Cirimekar berada di dekat wilayah komplek Yon Bekang Kostrad, yakni di jalan TPU Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor dan terletak di samping gedung bengkel Trijaya Ban. Selain itu TPU Cirimekar berseberangan dengan MTs Amaliyah.

Tempat pemakaman umum ini diresmikan pada tahun 1995 oleh pemerintah Kecamatan Cibinong. TPU Cirimekar memiliki petugas sebanyak tiga anggota yang terdiri dari ketua koordinator dan pengurus makam-makam yang ada di TPU Cirimekar tersebut. Di TPU tersebut terdapat makam dari berbagai agama seperti islam, kristen katolik, kristen protestan, konghucu dan sebagainya.

TPU Cirimekar tidak hanya menjadi tempat pemakaman warga saja namun juga digunakan untuk tempat pemakaman para anggota TNI dan pada masa pandemi Covid-19 TPU ini digunakan pula untuk tempat pemakaman pasien yang terjangkit virus Covid-19.

Awalnya TPU ini dikenal dengan sebutan “Hutan Kuburan” yang disebabkan karena pada zaman dulu dikatakan tempat ini adalah hutan. Pada masa itu wilayah TPU ini masih berupa hutan yang jarang dilewati ataupun disinggahi manusia. Jalannya pun masih berupa tanah merah dan bebatuan. Menurut Pak Ali, “Ini makam memang sudah dari dulu kalau orang-orang Cibinong sini menyebutnya hutan kuburan, hutan kuburan gitu. Hutan kuburan karena hutan juga, dan dipakai buat ngubur juga. Jadi, orang-orang sini kalau nanya yang tua-tua di sini tetap dia nyebutnya hutan kuburan, bukan TPU Cirimekar, bukan”. Selain itu pun wilayah pemakaman tersebut banyak ditumbuhi oleh pohon bambu terutama pada wilayah belakang pemakaman. Selain pohon bambu masih banyak pohon lainnya seperti pohon beringin yang masih tumbuh hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, hutan ini secara perlahan mulai banyak disinggahi oleh manusia dan menjadi tempat pemakaman. Hingga pada tahun 1995, tempat pemakaman ini diberi nama TPU Cirimekar. TPU Cirimekar ini diresmikan secara tidak langsung. Namun, dari pihak pengelola mengusulkan kepada kepemerintahan Cibinong untuk diresmikan. Setelah diresmikan pemakaman ini dibuatlah sebagai tempat pemakaman umum dan mulailah dibangun seperti patokan-patokan sebagai batas luas pemakaman tersebut, bangunan seperti kantor pengurus makam dan sebagainya. Lambat laun TPU Cirimekar mulai dipadati dengan pemakaman-pemakaman warga sekitar dan secara perlahan pun penjual-penjual bunga mulai menempati kios sekitar TPU. Akses jalan menuju ke pemakaman ini pun diperbaiki.*)