editor : Neneng Hendriyani
Lay Out : Tim CMJ
Desain Sampul : Hawa
Cetakan Pertama : September 2023
editor : Neneng Hendriyani
Lay Out : Tim CMJ
Desain Sampul : Hawa
Cetakan Pertama : September 2023
Penulis : Eny Anita, dkk
QRCBN : 62-839-2003-827
Editor : Neneng Hendriyani
Lay out : Tim CMJ
Desain Sampul: Hawa
Cetakan Pertama, Agustus 2023

Buku ini berisi hasil refleksi para penulis yang merupakan Guru Penggerak Angkatan 7 terhadap materi yang telah dipelajari secara MERDEKA baik pada LMS, Pendampingan Individu, maupun Lokakarya. Ada begitu banyak hal yang menjadi catatan penting dalam mengikuti program tersebut. Selain beraneka ragamnya kegiatan, dan perasaan yang mewarnai tumbuh kembangnya pemahaman kami terhadap filosofi pendidikan nasional dan tujuannya hingga perencanaan program berdampak positif bagi murid, buku ini diwarnai pula oleh beragam hal yang “dibuang sayang”.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para Calon Guru Penggerak dan para pendidik pada umumnya. Dengan memahami apa yang kami refleksikan selama mengikuti pembelajaran 10 modul pada program ini Insya Allah pembaca dapat memahami hakikat pendidikan nasional yang sebenarnya. Sehingga pada akhirnya membuat pembaca turut serta untuk ber”gerak” bersama penulis dan para Guru Penggerak Indonesia lainnya untuk menggerakkan diri sendiri menuju perubahan yang lebih baik.
Di antara judul yang menarik untuk dibaca adalah Rangkaian Masa Pendidikan Guru Penggerak, Differentiation Instruction (DI) dalam Program Literasi dan Numerasi, Memaknai Sebuah Arti Pendidikan, Antara Paradigma Aksi Nyata, Miskonsepsi Pembelajaran, Jejakku Motivasiku, Tetesan Darah Guru, dan Kilas Balik Refleksi Mandiri Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?
Penulis : Kokom Komara
QRCBN : 62-839-4182-980
Penyunting : Kokom Komara
Lay out : Neneng Hendriyani
Desain Sampul: Hawa
Cetakan Pertama, Agustus 2023
Penerbit
Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
Jumlah halaman viii + 82

Medalna buku kumpulan carita misteri anu dijudulan “Ririwa” mangrupakeun tarékah simkuring pikeun mupusti warisan karuhun sangkan basa sunda jadi pribumi di lembur sorangan ilang tina karémpan jati kasilih ku junti.
Carmis (Carita misteri) nyaéta, karangan rékaan (fiksi) anu carita na pondok sarta ngan ukur nyaritakeun hiji kajadian atawa peristiwa. Kajadian-kajadian dina carita biasana tacan jelas (masih jadi rahasia), tacan kanyahoan bener henteuna matak panasaran pikeun nalungtik pikeun ngabuktikeun, dumasar kana kapercayaan diluar nalar manusa. Kayaning Sandékala, Lulun Samak, Jurig jarian, jeung sajabana. Umumna nyaritakeun hal-hal anu sifat na realistis (Kisah nyata). Kajadian dicaritakeun ku nu nulis kalayan daria, puguh anu ditepikeunana, sarta ayana hiji masalah, puguh tokoh atawa nu ngalakonna bari ngaherepkeun sangkan ninggalkeun kesan keur nu maca.
Mugia ku ayana buku “Ririwa” ieu anak incu leuwih resep maca tur diajar basa sunda nu tangtu regreg tur bungah ngagunakeun basa sunda dina kahirupan sapopoé. Carita Misteri dina buku “Ririwa” mangrupikeun carita nu kaalaman ku nu nulis ti keur budak nepikeun ka kiwari, meunang ngarékayasa dijadikeun carita fiksi tur jentulna siga kieu. Nu dipiharep ku nu nulis sangkan urang leuwih taqwa tur percaya ka mahluk damelan Pangéran, nu tangtuna urang bakal leuwih ningkatkeun ka imanan jeung ka taqwaan. Hatur nuhun ka pinisepuh turta kanca mitra sadaya, kana pangdeudeul sareng pangrojongna.
Bilih aya nu kabadug kalbu kagedag manah, kabentur tuur kabéntar taar, kababuk punduk kapangkék kélék, kaciwit imbit katajong tonggong sareng bobokong. Saupami aya carita nu nyeplés sami, jenengan, tempat atanapi naon baé dina carita minteri ieu rupina mung kaleresan hungkul. Hapuntenna anu kasuhun.
Bungursari, Juli 2023
Nu nyusun
Kokom Komara
Pangjajap ti Ibu Pupuhu Sakola. vi
Aksi Nyata Guru Penggerak Angkatan 7
Penulis : Neneng Hendriyani, dkk
QRCBN : 62-839-1704-390
Editor : Neneng Hendriyani
Lay out : Tim CMJ
Desain Sampul: Hawa
Cetakan Pertama, Juli 2023
Penerbit
Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
IG: cakrawalamj23
Jumlah halaman xv + 304
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

Buku ini berisi serangkaian aksi nyata yang telah dilaksanakan oleh 27 Calon Guru Penggerak Angkatan 7 yang telah dinyatakan lulus pada 3 Agustus 2023 lalu. Buku ini juga merupaakan hasil refleksi para penulis terhadap materi yang telah dipelajari secara MERDEKA baik pada LMS, Pendampingan Individu, maupun Lokakarya. Ada begitu banyak hal yang menjadi catatan penting dalam mengikuti program tersebut. Selain beraneka ragamnya kegiatan, dan perasaan yang mewarnai tumbuh kembangnya pemahaman kami terhadap filosofi pendidikan nasional dan tujuannya hingga perencanaan program berdampak positif bagi murid, buku ini diwarnai pula oleh beragam hal yang “dibuang sayang”.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para Calon Guru Penggerak dan para pendidik pada umumnya. Dengan memahami apa yang kami refleksikan selama mengikuti pembelajaran 10 modul pada program ini Insya Allah pembaca dapat memahami hakikat pendidikan nasional yang sebenarnya. Sehingga pada akhirnya membuat pembaca turut serta untuk ber”gerak” bersama penulis dan para Guru Penggerak Indonesia lainnya untuk menggerakkan diri sendiri menuju perubahan yang lebih baik.
Penulis : Dedi Mulyadi
QRCBN : 62-839-7375-281
Penyunting : Kokom Komara
Lay out : Neneng Hendriyani
Desain Sampul: Hawa

Cetakan Pertama, Agustus 2023
Buku ini berisi 100 pantun nasihat yang sangat bermanfaat bagi siapa pun yang menyukai kalimat-kalimat motivasi, dan nasihat. Buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan usia dan gender.
Membaca pantun sama halnya dengan membaca petuah atau penuntun, ada bungkus ada isi. Membaca pantun sama artinya sedang melestarikan karya sastra lama warisan budaya nusantara. Seiring zaman pemilihan kata perkata tak lagi baku pada bahasa Melayu saja. Para pegiat literasi terus-menerus berupaya menghidupkan dan melestarikan macam-macam karya sastra lama. Salahsatu sahabat kami ini yang begitu antusias berkarya dan terus berkarya, di antaranya beliau menghasilkan karya dalam sebuah buku kumpulan pantun penuh inspirasi dan nasihat. Sangat merekomendasikan untuk membaca hasil karya beliau, agar dapat memahami ungkapan-ungkapan yang terdapat pada pantun karyanya (N. Maya Sari).
Penulis adalah seorang guru yang mengajar di SDN Sawahkulon, Pasawahan.
Buku ini merupakan antologi puisi akrostik bertema islami yang ditujukan untuk menyiarkan nilai-nilai keagamaan melalui syair-syair indah ala puisi akrostik Kak Iye dkk. Buku ini ditulis oleh 20 penulis yang tergabung dalam komunitas Keluarga Asmaraloka KPPJB.
Penulis:
Keluarga Asmaraloka KPPJB
Judul:
Syahru Ramadan
Penerbit
Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
IG: cakrawalamj23
Cetakan Pertama, Agustus 2023
QRCBN: 62-839-4840-100
Editor: Drs. Iyus Yusandi, M.Pd.
Penata Letak: Drs. Iyus Yusandi, M.Pd.
Desainer Sampul: Hawa
x + 150 halaman; 14 cm x 20 cm

Karya
Iyus Yusandi, Elis Sulastri, Yanti Mandalliyana, Hani Rohani, Maria Ulfah, Rendra Bagus Cahyono, Siti Suci Winarni, N. Evi Susantika, Eti Nurhayati, Asri Utami, Rini Marini, Erum Rumiasih, Nawangsih, Ahmad Hidayat, Iis Patimah, Imas Fatimah, Eulis Waliah, Sartikah, Jei Sobarry Buitenzorg, Euis Citarasa, Masiroh Tapah, Ade Sumarna, Iis Suminar, Cepi Fauzan, Restu Mulatsih, Lina Marlina, Neni Hendriati, Inar Hamsinar, Ginanjar Juang Nurjaman
QRCBN : 62-839-4606-203
Editor : Drs. Iyus Yusandi, M.Pd.
Lay out : Drs. Iyus Yusandi, M.Pd.
Desain Sampul : Hawa
Cetakan Pertama, Juni 2023
Penerbit
Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
IG: cakrawalamj23
Jumlah halaman x + 208
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
x + 208 halaman; 14 cm x 20 cm
Buku Sehimpun puisi Akrostik Love Story ini di dalamnya terdapat puisi-puisi yang mengungkapkan jalinan kisah cinta sesama manusia baik cinta anak terhadap orangtua, cinta sepasang suami istri maupun cinta sesama manusia. Buku ini bisa digunakan sebagai bahan pengayaan literasi bagi para guru untuk menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolahnya masing-masing.
Aksi Nyata
Andai kudapat mengubur benci
Kulangitkan cinta sepenuh hati
Sehingga bumi bersemi
Ingin kusirami dengan puisi
Namamu indah terpuji
Ya Allah yaa ilahi
Ampuni aku yang lemah ini
Tasbih tahmid takbir dan tahlil kusebut tanpa henti
Abadilah dalam hati sanubari
Akrostik_Iye, 15 Januari 2023
Love Story
Lengkung cakrawala panggung sandiwara
Orang-orang mainkan perannya
Vandalisme hiasi jagat raya
Ekosistem rusak binasa
Siklus berlalu sampai penghujung waktu
Tetap cinta alasan utama nan baku
Obsesi menghuni ruang kalbu
Renjana menancap kepala terpaku
Yogia riuh dunia pun berlaku
Akrostik_Iye, 14 Januari 2023
Penulis : Yuliana Hanna Jaya
QRCBN : 62-839-5741-734
Editor : Neneng Hendriyani
Lay out : Tim CMJ
Desain Sampul: Hawa
Cetakan Pertama, Juni 2023

Hidup adalah Perjuangan, Perjuangan adalah Pergerakan. Selalu Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan
-Yuliana Hanna Jaya-
Buku ini sangat bagus karena berisi kisah-kisah perjuangan dalam menempuh pendidikan. Masalah dalam hidup adalah keniscayaan. Yang terutama adalah bagaimana kita merespon masalah-masalah yang ada dengan baik dan mendapatkan yang terbaik.
Kiranya buku ini dapat memperkaya dan meningkatkan literasi dan menjadi sumbangsih bacaan terkait bahan pengayaan materi.
Sutikna Tri Wardaya, S.Pd.
Kepala SMAN 4 Cibinong
Buku ini dibutuhkan untuk memupuk semangat generasi muda untuk terus berjuang – bergerak meraih cita-cita. Selamat terus bergerak. Tuhan Yesus memberkati.
Sugiat M. Th., M. Pd.
Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Bogor
Buku ini dibutuhkan untuk memupuk semangat generasi muda untuk terus berjuang – bergerak meraih cita-cita. Selamat terus bergerak. Tuhan Yesus memberkati.
Sugiat M. Th., M. Pd.
Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Bogor
Terima Kasih Tuhan, untuk 7 Tahun Pelayananku di SMA Negeri 4 Cibinong.
Sekitar Juli 2020, aku melihat informasi mengenai Pendidikan Guru Penggerak pada SIMPKB (SIM PKB adalah aplikasi induk dalam manajemen pengembangan keprofesian dan keberlanjutan). Aku langsung merasa tertarik karena aku selalu rindu diperlengkapi sebagai Guru dan Pendidik. Namun, saat aku menginput data di SIMPKB tersebut langsung keluar pesan: Anda tidak bisa mengikuti program ini karena anda belum 5 Tahun. Ya, semua indah pada waktunya dan saat itu adalah “belum waktunya.”
Pada Angkatan 7 ini Tuhan mengijinkanku untuk mengikuti Pendidikan Calon Guru Penggerak. Sejak memelajari pandangan Ki Hadjar Dewantara mengenai menuntun” kodrat peserta didik yang sesuai dengan imanku aku menjadi pendidik yang lebih berbahagia lagi. Aku semakin dimampukan menerima kenyataan bahwa setiap peserta didik memiliki kodrat masing-masing dari Yang Maha Kuasa.
Pada Tahap 2 Minggu keempat, aku merasa takjub bagaimana program Calon Guru Penggerak ini mampu membentukku menjadi seorang pendidik yang memiliki VISI pribadi. Dari seorang Guru Pendidik yang berpandu kepada VISI sekolah dan VISI Kristus, kini aku adalah seorang Guru Pendidik yang juga memiliki VISI sendiri. Menurutku, VISI pribadi ini sangat penting karena kita lebih menjiwainya. Itu terjadi karena VISI itu lahir dari diri kita sendiri secara pribadi sehingga kita sungguh memahaminya dan dapat membayangkan bagaimana mewujudkannya.
Pada tahap ini juga, aku diteguhkan untuk menuntun anak-anak didik terkasih dengan pendekatan Inquiry Apresiatif, yaitu sebuah pendekatan kolaboratif menggunakan prinsip psikologi positif dan prinsip pendidikan positif. Aku dituntun untuk menemukan segala hal yang baik/positif dalam diri anak. Dengan menemukan hal-hal baik/positif dalam diri anak membuat anak-anak didik merasa banggak sehingga suasana hati dan kegiatan belajar mengajar menjadi positif juga.
Sahabat Kecilku : Sehimpun Puisi Togé
Penulis : Shiva Raya Anas, dkk
QRCBN : 62-839-8221-299
Editor : Kokom Komara
Lay out : Neneng Hendriyani
Desain Sampul: Hawa
Cetakan Pertama, Juni 2023


Penulis : Akna Mumtaz Ilmi, dkk
QRCBN : 62-839-5728-542
Penyunting : Neneng Hendriyani
Lay out : Tim CMJ
Desain Sampul: Tim Naskah X11
Cetakan Pertama, Mei 2023
Kata “Masjid” berasal dari kata sajada-sujud yang berarti patuh, taat, serta tunduk penuh hormat, takzim. Sujud dalam syariat yaitu berlutut, meletakkan dahi, kedua tangan ke tanah adalah bentuk nyata dari arti kata tersebut. Oleh karena itu, bangunan yang dibuat khusus untuk salat disebut Masjid yang artinya tempat untuk sujud (Shihab, 1997:459). Menurut Eman Suherman, Masjid secara harfiah adalah tempat sembahyang, tetapi dalam bahasa Arab berarti tempat sujud, karena berasal dari kata sajadah. Sebagai tempat sujud, Masjid memiliki makna yang lebih luas, bukan sekedar gedung, sebab di mana pun umat Islam bisa melaksanakan sujud atau penghambaan kepada Allah SWT. Pada intinya masjid merupakan tempat yang sangat penting bagi seluruh umat Islam, karena di tempat itulah umat Islam menjalankan ibadahnya.
Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Masjid Al-Atiqiyah beserta Museum Keris Karadenan. Kami membahasnya dikarenakan masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa ada tempat yang memiliki sejarah Islam seperti Masjid Al-Atiqiyah yang berada di Karadenan ini. Selain itu, masjid ini bisa dikatakan unik; unik karena jarang sekali ada museum yang terletak di lantai dua masjid seperti Masjid Al-Atiqiyah ini. Kami juga ingin mengembangkan nama Masjid Al-Atiqiyah dan Museum Keris yang letaknya berada di tengah-tengah pemukiman warga, sehingga jarang ditemui orang-orang. Selain masjid, di lokasi yang sama juga terdapat Museum keris dan makam keramat. Masjid ini seperti masjid pada umumnya yaitu berfungsi sebagai tempat ibadah. Hal tersebut diperkuat oleh Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang museum. Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.
Pada bulan Februari di minggu pertama dan kedua, kami mengobservasi tempat bersejarah yang ada di Jl. Kaum 1 R.T 04 R.W 04 Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yang berbentuk Masjid Islam Tertua di Priangan Barat beserta Museum Keris yang terdapat di lantai 2 Masjid Tersebut. Kami meneliti 2 tempat bersejarah sekaligus di Jl. Kaum 1 ini, yakni Masjid dan Museum.
Di lantai pertama terdapat Masjid. Masjid yang kami datangi dikenal sebagai pusat perkembangan Islam Tertua di Priangan Barat. Bukti bahwa Masjid ini merupakan Kerajaan Islam tertua di Priangan Barat adalah terdapat tulisan atas nama Prabu Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Siliwangi dan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, yang kamudian bermoyangkan Nabi Muhammad SAW. Itulah yang membuat Masjid dan Kampung Karadenan Kaum menjadi istimewa. kampung itu merupakan pusat perkembangan agama Islam tertua di Priangan Barat. Di lantai kedua terdapat museum keris yang berisikan benda pusaka seperti keris, gong, batu peninggalan dan benda pusaka yang lainnya.
Pengertian Museum menurut International Council of Museums (Eleventh General Assembly of ICOM, Copenhagen, 14 June 1974) yaitu Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, dengan sifat terbuka dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Museum adalah suatu lembaga tetap tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, merawat, melestarikan, mengkaji, mengkomunikasikan bukti material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungannya (Wardana 25).
Berdasarkan latar belakang dan mengacu kepada prinsip-prinsip dasar maka pendirian Museum Keris Karadenan juga termotivasi ketika peninggalan-peninggalan pusaka dari para leluhur yang berada pada masyarakat Karadenan dari masa ke masa atau dari tahun ke tahun keberadaanya semakin berkurang jumlahnya yang disebabkan benda pusaka tersebut banyak yang dihibahkan oleh pemiliknya kepada orang lain, yang dikarenakan ketidak mampuan dalam perawatannya yang pada akhirnya keberadaan benda-benda pusaka tersebut sudah tidak jelas lagi keberadaannya. Sebagai antisipasi dari kepunahan dan untuk menyelamatkan pusaka-pusaka yang masih ada maka pada tanggal 1 November 2015 Museum Keris Karadenan didirikan atas gagasan Bapak R. Dadang Supadma yang disepakati dan disetujui oleh Drs. R.H. Sudirja (Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid), R. Adi Wijaya, S.Pd (Ketua RW 04), Bapak H. Karyawan Faturahman (Tokoh Budayawan Bogor), para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, para pemilik pusaka dan masyarakat Karadenan Kaum.*)