Ini adalah buku yang kesekian kalinya ditulis oleh seorang guru Sekolah Dasar di Purwakarta, Jawa Barat, Aas Wastinah.
Buku ini berisi kumpulan pantun yang cocok untuk semua usia. Jenis pantun yang terdapat pada buku ini adalah Pantun Religi, Pantun Pepatah, Pantun Kiasan, Pantun Cinta, Pantun Peribahasa, Pantun Jenaka, Pantun Teka Teki, Pantun Anak.
(Cover Depan Buku Goresan Pena Berpantun, sumber: cv cakrawala milenia jaya)
Kecintaan seorang Rekyan Setiati terhadap puisi telah ia tunjukkan pada Sehimpun Puisi berjudul “Mendayung Asa”. Karya Rekyan Setiati ini buah pena tunggal sebagai wujud dari buah perenungan, penghayatan, dan kristalisasi dari nilai-nilai kehidupan yang masuk ke ruang kontemplasinya. Pandangan dan kesan-kesan ibu Rekyan Setiati terhadap setiap fenomena yang ditemukannya telah ia ejawantahkan dengan bahasa yang lancar, fluent, dan mengalir. Hampir tidak ditemukan puisi yang rumit dan sulit dipahami. Setidaknya, karya Rekyan Setiati ini terbebas dari masalah yang sering dikeluhkan pembaca puisi. Hal ini secara sadar dan sengaja dilakukannya dengan harapan, karya-karyanya ini dapat menginspirasi dan memotivasi para pembaca.
Seorang Rekyan Setiati memiliki rasa haus menggali ilmu, sehingga ilmu yang diperolehnya terekspresikan dalam tulisan Rekyan Setiati yang terdiri dari Dalam Aksara, Sedekah Puisi, Akrostik Satukan Kalbu, Sedih, Berbisik ke Bumi, dan lain-lain.
Begitu nyata unsur-unsur puisi pada deret baris akrostik Mendayung Asa. Seolah pembaca berada dalam kisah yang tersaji di dalamnya. Puisi Mendayung Asa begitu hidup dan nyata. Pandailah Rekyan Setiati menghidupkan sebuah puisi.
Satu hal yang spesial dari antologi ini adalah 98 judul Akrostik. Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ibu Rekyan Setiati sebagai penulis menyajikan dan memberi warna puisi dalam ‘Mendayung Asa ini. Puisi sebanyak itu, ditulisnya dalam tempo yang relatif singkat. Mendayung Asa ditulisnya tak kurang dalam tiga bulan. Inilah pentingnya mengenal sosok Rekyan Setiati, karena kepiawaiannya dalam hal menulis puisi.
Di mata saya, ibu Rekyan Setiati ini seorang ibu rumah tangga yang luar biasa. Saya kagum atas produktivitasnya yang tinggi dalam menulis. Sebagai seorang ibu rumah tangga, tak kurang kesibukannya dalam mendidik dan mengasuh anak. Di selakesibukannya masih sempat meluangkan dan mencuri waktu untuk menulis. Pasti lelah. Tapi semua itu dikalahkannya dengan tekad yang kuat dan kerja keras. Saya membanggakan ibu Rekyan Setiati.
Sebagai seorang ibu di rumah tangganya, produktivitasnya ini hendaknya jadi teladan bagi semua ibu rumah tangga. Seolah-olah terngiang pesannya, betapa pun sibuk, pasti ada waktu luang untuk berkarya. Jangan jadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak berkarya.
Selamat, Bu Rekyan Setiati!
Maju terus, berkarya terus!
@ salam takjim dari Iyus Yusandi di Taman Asmaraloka KPPJB
Buku kumpulan puisi akrostik yang ditulis oleh seorang kepala sekolah ini sangat direkomendasikan untuk dimiliki. Pasalnya, melalui buku ini kita bisa belajar bagaimana mendeskripsikan seseorang melalui namanya sendiri dengan menggunakan sistem akrostik. Ini sungguh merupakan teknik yang unik dan menarik. Elia Heryanah melalui buku kumpulan puisi ini ingin berbagi pengalaman dan cerita bagaimana para guru yang bekerja bersama dengannya di sekolah seia sekata dalam gerakan literasi sekolah.
Buku ini berisi 80 puisi akrostik yang sarat makna. Puisi yang ditulis benar-benar curahan hati, pikiran, harapan sang penulisnya yang juga berprofesi sebagai guru.
Selain menulis buku ini, penulis juga pernah mengabadikan karyanya dalam beberapa buku antologi puisi, yaitu:
Jendela Juli adalah salah satu puisi akrostik yang terdapat pada buku ini. Semangat yang meluap-luap untuk terus berkarya terlihat jelas pada puisi ini.
Buku ini berisi kumpulan puisi akrostik dengan tema religi. Buku ini ditulis oleh para pengajar yang bergabung dalam Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat.
Program Sekolah Penggerak merupakan Kebijakan Merdeka Belajar Episode ke VII. Program ini dari Kemendikbudristek untuk mewujudkan visi reformasi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik, melalui enam Profil Pelajar Pancasila. Rekutmen Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 pada jenjang Satuan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berjumlah 32 Sekolah Dasar yang terpilih menjadi Sekolah Penggerak. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di beberapa Kecamatan. Selama satu semester perjalanan program sekolah penggerak dilaksanakan, saya selaku pendamping sangat mengapresiasi kegigihan dan semangat para kepala sekolah dalam menjalankan program sekolah penggerak untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sekolah.
Keberhasilan Program Sekolah Penggerak merupakan hasil dari kolaborasi, di antaranya pada satuan pendidikan antara kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, pengawas pembina yang tergabung dalam komite pembelajaran beserta pelatih ahli yang memberikan support terhadap program tersebut.
Perjalanan Program sekolah penggerak di akhir semester melakukan ekspose Projek Profil Pelajar Pancasila untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia, gotong royong, kebhinekaan global, kemandirian, nalar kritis, kreativitas). Kegiatan tersebut melibatkan pemangku kepentingan di daerah.
Hasil dari implementasi program sekolah penggerak selama satu semester, tertulis dalam sebuah karya goresan puisi yang dibuat oleh 32 kepala sekolah tingkat satuan pendidikan dasar dengan judul “Goresan Pena Tabir Mimpi Bergerak Nyata” Karya ini merupakan bukti nyata semangat yang membara dari kepala sekolah dalam mengimplementasikan program sekolah penggerak untuk mewujudkan visi reformasi pendidikan dan Bogor Cerdas.
Bogor Cerdas, Salam Pancakarsa.
Bogor, Januari 2022
Yusef Gunawan, M.Pd
Dapatkan buku ini dengan menghubungi koordinator penulis atau .
Penulis: Dra. Taty Rahayuningsih, M.Pd. Penerbit: CV Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat cakrawalamileniajaya@gmail.com https://cakrawalamj.co.id Ig: @cakrawalamilenia Cetakan Pertama, September 2021 ISBN: 978-623-6581-33-9 Editor: Neneng Hendriyani Penata Letak: Hapiah Wardah Desainer Sampul: Cahsantri x + 142 halaman; 14 cm x 20 cm
Catatan Harian Seorang pengawas (source: CV Cakrawala Milenia Jaya)
Catatan Harian Seorang Pengawas merupakan potongan-potongan cerita tentang perjalanan hidup seorang pengawas dalam bentuk artikel yang dikemas dalam bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh para pembaca.
Catatan yang dimulai dari masa kecil, menjadi guru, dan menjadi pengawas dengan segala suka dukanya diharapkan dapat menjadi inspirasi siapa pun yang membacanya. Buku yang terdiri dari dua puluh lima bagian cerita dari catatan harian ini, merupakan cerita yang saling berkesinambungan.
Bagian 1.
Menulis Untuk Keabadian
Senja perak mulai kikis dan berubah menjadi keemasan. Gugur pucuk-pucuk dedaunan meredup, mendengarkan tangis bayi yang membahana dan menghapus ketegangan wajah-wajah gagah. Tangisan itu, 52 tahun yang lalu, ketika aku lahir di dunia bersahabat dengan dinginnya angin dan bermanja di pangkuan ibu. Bapak aku memberi nama yang sangat indah, yakni Taty Rahayuningsih. Artinya, “perempuan manis yang selamat dunia akhirat”. Aku lahir di rumah joglo, khas rumah orang Jawa pada umumnya. Aku bukan lahir di antara dinding bertembok dengan cat serba putih. Aku lahir dengan pertolongan seorang paraji kampung (dukun beranak), mbah Karnadi namanya.
Sebagai anak pertama, limpahan kasih dan akung dari bapak-ibu tercurah bagaikan air pancuran bambu di belakang rumah. Mereka berdua sangat mengasihi aku hingga aku tumbuh menjadi anak kecil yang menggemaskan siapa pun yang melihatnya. Pipi tembemku dengan bedak tebal selalu habis diciumi oleh kakak-kakak sepupu dan siapa pun yang melihatku. Genap satu tahun lebih lima bulan, aku dihadiahi seorang adik laki-laki oleh ibu. Terkadang aku menangis karena merasa kasih akung bapak dan ibu harus terampas. Tetapi waktu memberikan pelajaran hidup yang luar biasa.
(sila baca selengkapnya di buku tersebut. Pembelian buku hubungi penulisnya langsung, ya).
Biografi Penulis
Dra. Taty Rahayuningsih, M.Pd, lahir di Banyumas, 6 Januari 1968 dari seorang ibu bernama Watimah dan ayah bernama Siswanto (Almarhum). Ibu dua orang anak ini menamatkan Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia di IKIP Jakarta (UNJ) pada tahun 1993, Pasca Sarjana dengan jurusan yang sama lulus tahun 2012 di Universitas Indraprasta Jakarta, dan saat ini sedang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Pakuan, Prodi manajemen pendidikan.
Mengawali karier sebagai guru sejak tahun 1993 sampai tahun 2012, dan diangkat menjadi Pengawas Sekolah jenjang SMP pada tahun yang sama (2012) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Menekuni hobi menulis sejak SMP dan telah menerbitkan beberapa karya Sastra seperti Bila dan lalu (Antologi Puisi), Aku Jatuh Cinta Lagi (Antologi Puisi),Sketsa Cinta Biru (Novel), Bulan Menangis di Langit Lembang (Kumpulan Cerpen), Di Bawah Langit Patayya (Kumpulan Cerpen), Kubah: Untuk Senjani, Perempuan di Persimpangan Jalan, Antologi Puisi Melukis Birunya Rindu dan lain-lain. Selain itu juga menerbitkan beberapa buku tentang kepengawasan Kepala sekolah serta Karya Ilmiah berupa Penelitian Tindakan Sekolah.
Penghargaan yang pernah diraih diantaranya:
Tim Penilai Guru Penggerak, dan Sekolah Penggerak Tingkat Nasional 2020 s.d sekarang
Aktif menulis pada Blog Media Guru
Peringkat 3 Pengawas Berprestasi Tk. Nasional tahun 2017
Instruktur Kurikulum 13 Terbaik jenjang Pengawas SMP Tk. Provinsi Jawa Barat
Tim Penilai Tata kelola BOS Tk. Nasional
Tim Verifikator Sekolah Rujukan Tk. Nasional
Peserta Terbaik School Leadership and Supervisory Programme di SEAMEO College Bangkok – Thailand
Penulis: Zulfhania ISBN: 978-623-6581-34-6 Editor: Zulfhania Penata Letak: Zulfhania Desainer Sampul: Cahsantri Penerbit: CV Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat cakrawalamileniajaya@gmail.com https://cakrawalamj.co.id Ig: @cakrawalamilenia Cetakan Pertama, September 2021 viii+346 ; 19 cm
Dangerous : Be Careful, They Can Be Very Dangerous (Source: CV Cakrawala Milenia Jaya)
THE SECRET
Januari, 2018
“Cepatlah pulang. Aku butuh bantuanmu.” Woojin menyimpan kembali ponselnya di dalam saku setelah mendapat panggilan dari Chan. Langkahnya terburu- buru menelusuri sepanjang gang komplek. Dinaikkannya tudung jaket untuk menutupi identitas, agar tak ada satu pun orang yang mengenalinya. Namun…
Bruk.
Woojin bertabrakan dengan seorang bocah perempuan yang sedang berlari dari persimpangan jalan. Keduanya sama-sama terjatuh.
“Maaf, Oppa,” bocah itu bersuara dengan lirih.
Oppa…
Alih-alih marah, Woojin malah tersenyum saat mendengar dirinya dipanggil Oppa. Tatapannya bertemu dengan manik bocah itu. Demi Tuhan, cantik sekali.
“Lain kali hati-hati ya, Dik,” ucap Woojin, membantu bocah itu berdiri.
Penulis: Zulfhania ISBN: 978-623-6581-36-0 Editor: Zulfhania Penata Letak: Zulfhania Desainer Sampul: Cahsantri Penerbit: CV Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat cakrawalamileniajaya@gmail.com https://cakrawalamj.co.id Ig: @cakrawalamilenia Cetakan Pertama, September 2021 viii+248 ; 19 cm
Nan Gwaenchana (Source: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia jaya)
Apakah Ini Mimpi?
SATU hal yang sampai detik ini Jimin syukuri dalam hidup adalah masih dapat melihat lautan manusia di depannya yang memegang lightstick yang menyala sambil menyerukan sebuah fanchant.
“Kim Namjoon! Kim Seokjin! Min Yoongi! Jung Hoseok!
Park Jimin! Kim Taehyung! Jeon Jungkook! BTS!”
Mereka tiada lelah. Menyerukan namanya. Berteriak untuknya. Bahkan ada yang menangis untuknya. Tangan mereka yang ringkih tanpa lelah mengangkat lightstick untuk melakukan fanchant hampir di setiap penampilannya. Ada juga beberapa tangan yang mengangkat tinggi-tinggi spanduk bertuliskan namanya, dukungan untuknya, dan ungkapan rasa cinta mereka padanya agar dapat dibaca olehnya ketika sedang melakukan penampilan di atas panggung.
Sekali lagi, Jimin bersyukur memiliki mereka dan masih dapat melihat mereka hingga detik ini. Anggap saja, mereka adalah vitamin bagi hidupnya.
ARMY―para penggemar yang Jimin cintai. “Kami dari Bang―”
“―tan! Kamsahamnida1!”
Dan tak ada hal yang lebih menyedihkan ketika akhirnya Jimin bersama enam temannya pamit undur diri untuk mengakhiri konser dan menyaksikan ekspresi sedih mereka karena konser sudah berakhir yang menandakan mereka harus berpisah.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Jimin tahu hal itu.
Tapi entah kenapa, setiap kali ia mengucapkan slogan grupnya untuk mengakhiri konser, berpamitan dengan para ARMY, dan melambaikan tangan untuk mereka, Jimin selalu merasa takut.
Ya, takut.
Ia takut tidak bisa bertemu lagi dengan mereka―ARMY di penampilan berikutnya.
Penulis: Tirabidah Penerbit: CV Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat cakrawalamileniajaya@gmail.com https://cakrawalamj.co.id Ig: @cakrawalamilenia Cetakan Pertama, Oktober 2021 ISBN: 978-623-6581-37-7 Editor: Neneng Hendriyani Penata Letak: Hapiah Wardah Desainer Sampul: Cahsantri vi + 60 halaman; 14 cm x 20 cm
Sugesti dan Model Pembelajaran PBL dalam Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Teks Deskriptif (Source: Dokumentasi CV Cakrawala Milenia Jaya)
Buku ini ditulis berdasarkan hasil pemikiran dan penelitian sederhana yang dilakukan penulis selama mengajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah pertama di Aceh.
Dari apa yang sudah dilakukan penulis sebelumnya penulis mendapati kenyataan bahwa hanya 15 % siswa yang diajarnya mampu memeroleh nilai KKM 85 dan atau di atas 85 secara benar baik di ulangan harian, ujian tengah semester atau pun semester. Hasil ini tentu saja tidak memuaskan. Semua orang paham benar bahwa bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang perlu dikuasai dewasa ini. Bagaimana bisa mereka yang akan menjadi penerus bangsa ini tidak mampu mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal yang sudah ditetapkan sekolah. Hal tersebut lah yang membuat penulis bergerak untuk memperbaiki keadaan dengan cara mengubah situasi dan kondisi yang tidak nyaman ini dengan memperbaiki strategi, metode, dan model pembelajaran, dan juga dengan merancang permainan (game) untuk PBM bahasa Inggris. Namun ternyata itu tidak mudah. Masih saja ada siswa yang belum termotivasi untuk belajar dan berubah. Mereka enggan membawa kamus dari rumah dan bahkan malas meminjamnya dari perpustakaan sekolah.
Alhamdulillah, berkat pemberian sugesti dan penerapan model pembelajaran PBL penulis akhirnya dapat tersenyum lega. Hasil prestasi belajar peserta didiknya meningkat. Semoga sekelumit pengalaman yang ditulis dalam buku ini dapat memotivasi rekan sejawat, guru Bahasa Inggris, di tanah air.