
Penulis : Ahmad Faizul Adnan dkk
QRCBN : 62-839-5297-718
Penyunting : Neneng Hendriyani
Lay out : Hawa
Desain Sampul : M. Ari Maulana Lubis dan Altahalli Nadhifa Nyssa
Cetakan Pertama, Mei 2023
Wilayah Cibinong memiliki enam kelurahan, yaitu Cirimekar, Ciriung, Harapan Jaya, Karadenan, Nanggewer Mekar, dan Pabuaran. Kelurahan yang paling dekat dengan kota Cibinong adalah Cirimekar.
Wilayah Cirimekar merupakan salah satu kelurahan yang berada di Cirimekar. Kelurahan Cirimekar terbentuk pada tahun 1978. Cirimekar memiliki luas wilayah sebanyak 172.000.000 Hektare dan memiliki penduduk sebanyak lebih kurang 12.928 jiwa. Kelurahan Cirimekar memiliki kelembagaan masyarakat seperti RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Tetangga) dsb. Jumlah RT di Kelurahan Cibinong ini sebanyak 27 sedangkan RW berjumlah sebanyak tujuh.
Cirimekar merupakan kelurahan yang sedang berada pada masa pengembangan karena pada saat ini di Cirimekar banyak sekali terdapat tempat rekreasi, seperti Situ Gedong yang berada di dekat wilayah Yon Bekang, Cibinong.
Selanjutnya, ada Alun-Alun Cirimekar yang biasanya dimanfaatkan masyarakat setempat untuk berolahraga serta sarana rekreasi, yaitu Situ Citatah. Situ Citatah ini biasanya dimanfaatkan para warga setempat untuk memancing ikan dan bisa juga dijadikan tempat-tempat untuk bersantai.
Berdirinya wilayah Yon Bek Ang di kelurahan ini melalui sejarah yang panjang. Sebelum menjadi wilayah Bek Ang yang dikenal seperti sekarang, pada masa kependudukan Belanda wilayah ini digunakan sebagai tempat militer Belanda. Saat itu tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat latihan, dan tempat istirahat para prajurit Belanda.
Seiring berjalannya waktu wilayah ini telah berganti kekuasaan. Wilayah ini pada akhirnya dikuasai oleh prajurit perang Indonesia. Kemudian, tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat istirahat dan latihan para Tentara Indonesia. Pada awalnya wilayah ini tidak sebesar sekarang. Dulu tempat ini banyak tumbuhi oleh pohon karet. Tentara Indonesia menguasai wilayah ini pada tahun 1961 dan nama wilayah ini adalah Yon In Palad, tempat ini digunakan sebagai base camp prajurit Indonesia dalam operasi perebutan pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan operasi Trikora. Operasi ini dilakukan selama kurang lebih sepuluh bulan yakni dari tanggal 19 Desember 1961 sampai 1 Oktober 1962.
Pada 1965 munculnya Partai Komunis Indonesia (PKI) di daerah Cibinong wilayah Yon In Palad ini direbut oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) namun tidak berselang lama wilayah ini kembali direbut oleh TNI (Tentara Negara Indonesia). Di sisi lain PKI ini memiliki wilayah kekuasaan di wilayah LIPI tempat tersebut digunakan sebagai Base Camp para PKI. Namun karena PKI pada tahun tersebut tunggang langgang akhirnya dikuasai oleh anggota TNI lalu diserahkan kepada negara.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1985 wilayah Yon In Palad berganti nama menjadi Yon Bekang 1. Sekarang wilayah ini digunakan sebagai tempat latihan tembak Prajurit TNI dan tempat pembekalan perlengkapan-perlengkapan TNI.
TPU Cirimekar adalah tempat pemakaman umum yang terletak di Cirimekar. TPU ini sangat tidak asing dengan warga-warga wilayah Cirimekar. TPU ini memiliki luas 2 hektare. Secara geografis TPU Cirimekar berada di dekat wilayah komplek Yon Bekang Kostrad, yakni di jalan TPU Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor dan terletak di samping gedung bengkel Trijaya Ban. Selain itu TPU Cirimekar berseberangan dengan MTs Amaliyah.
Tempat pemakaman umum ini diresmikan pada tahun 1995 oleh pemerintah Kecamatan Cibinong. TPU Cirimekar memiliki petugas sebanyak tiga anggota yang terdiri dari ketua koordinator dan pengurus makam-makam yang ada di TPU Cirimekar tersebut. Di TPU tersebut terdapat makam dari berbagai agama seperti islam, kristen katolik, kristen protestan, konghucu dan sebagainya.
TPU Cirimekar tidak hanya menjadi tempat pemakaman warga saja namun juga digunakan untuk tempat pemakaman para anggota TNI dan pada masa pandemi Covid-19 TPU ini digunakan pula untuk tempat pemakaman pasien yang terjangkit virus Covid-19.
Awalnya TPU ini dikenal dengan sebutan “Hutan Kuburan” yang disebabkan karena pada zaman dulu dikatakan tempat ini adalah hutan. Pada masa itu wilayah TPU ini masih berupa hutan yang jarang dilewati ataupun disinggahi manusia. Jalannya pun masih berupa tanah merah dan bebatuan. Menurut Pak Ali, “Ini makam memang sudah dari dulu kalau orang-orang Cibinong sini menyebutnya hutan kuburan, hutan kuburan gitu. Hutan kuburan karena hutan juga, dan dipakai buat ngubur juga. Jadi, orang-orang sini kalau nanya yang tua-tua di sini tetap dia nyebutnya hutan kuburan, bukan TPU Cirimekar, bukan”. Selain itu pun wilayah pemakaman tersebut banyak ditumbuhi oleh pohon bambu terutama pada wilayah belakang pemakaman. Selain pohon bambu masih banyak pohon lainnya seperti pohon beringin yang masih tumbuh hingga sekarang.
Seiring berjalannya waktu, hutan ini secara perlahan mulai banyak disinggahi oleh manusia dan menjadi tempat pemakaman. Hingga pada tahun 1995, tempat pemakaman ini diberi nama TPU Cirimekar. TPU Cirimekar ini diresmikan secara tidak langsung. Namun, dari pihak pengelola mengusulkan kepada kepemerintahan Cibinong untuk diresmikan. Setelah diresmikan pemakaman ini dibuatlah sebagai tempat pemakaman umum dan mulailah dibangun seperti patokan-patokan sebagai batas luas pemakaman tersebut, bangunan seperti kantor pengurus makam dan sebagainya. Lambat laun TPU Cirimekar mulai dipadati dengan pemakaman-pemakaman warga sekitar dan secara perlahan pun penjual-penjual bunga mulai menempati kios sekitar TPU. Akses jalan menuju ke pemakaman ini pun diperbaiki.*)