cover Perjalanan dan Perkembangan Masjid Al Atiqiyah dan Museum Keris (sumber: CV CMJ)
Penulis : Akna Mumtaz Ilmi, dkk
QRCBN : 62-839-5728-542
Penyunting : Neneng Hendriyani
Lay out : Tim CMJ
Desain Sampul: Tim Naskah X11
Cetakan Pertama, Mei 2023
Kata “Masjid” berasal dari kata sajada-sujud yang berarti patuh, taat, serta tunduk penuh hormat, takzim. Sujud dalam syariat yaitu berlutut, meletakkan dahi, kedua tangan ke tanah adalah bentuk nyata dari arti kata tersebut. Oleh karena itu, bangunan yang dibuat khusus untuk salat disebut Masjid yang artinya tempat untuk sujud (Shihab, 1997:459). Menurut Eman Suherman, Masjid secara harfiah adalah tempat sembahyang, tetapi dalam bahasa Arab berarti tempat sujud, karena berasal dari kata sajadah. Sebagai tempat sujud, Masjid memiliki makna yang lebih luas, bukan sekedar gedung, sebab di mana pun umat Islam bisa melaksanakan sujud atau penghambaan kepada Allah SWT. Pada intinya masjid merupakan tempat yang sangat penting bagi seluruh umat Islam, karena di tempat itulah umat Islam menjalankan ibadahnya.
Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Masjid Al-Atiqiyah beserta Museum Keris Karadenan. Kami membahasnya dikarenakan masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa ada tempat yang memiliki sejarah Islam seperti Masjid Al-Atiqiyah yang berada di Karadenan ini. Selain itu, masjid ini bisa dikatakan unik; unik karena jarang sekali ada museum yang terletak di lantai dua masjid seperti Masjid Al-Atiqiyah ini. Kami juga ingin mengembangkan nama Masjid Al-Atiqiyah dan Museum Keris yang letaknya berada di tengah-tengah pemukiman warga, sehingga jarang ditemui orang-orang. Selain masjid, di lokasi yang sama juga terdapat Museum keris dan makam keramat. Masjid ini seperti masjid pada umumnya yaitu berfungsi sebagai tempat ibadah. Hal tersebut diperkuat oleh Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang museum. Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.
Pada bulan Februari di minggu pertama dan kedua, kami mengobservasi tempat bersejarah yang ada di Jl. Kaum 1 R.T 04 R.W 04 Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yang berbentuk Masjid Islam Tertua di Priangan Barat beserta Museum Keris yang terdapat di lantai 2 Masjid Tersebut. Kami meneliti 2 tempat bersejarah sekaligus di Jl. Kaum 1 ini, yakni Masjid dan Museum.
Di lantai pertama terdapat Masjid. Masjid yang kami datangi dikenal sebagai pusat perkembangan Islam Tertua di Priangan Barat. Bukti bahwa Masjid ini merupakan Kerajaan Islam tertua di Priangan Barat adalah terdapat tulisan atas nama Prabu Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Siliwangi dan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, yang kamudian bermoyangkan Nabi Muhammad SAW. Itulah yang membuat Masjid dan Kampung Karadenan Kaum menjadi istimewa. kampung itu merupakan pusat perkembangan agama Islam tertua di Priangan Barat. Di lantai kedua terdapat museum keris yang berisikan benda pusaka seperti keris, gong, batu peninggalan dan benda pusaka yang lainnya.
Pengertian Museum menurut International Council of Museums (Eleventh General Assembly of ICOM, Copenhagen, 14 June 1974) yaitu Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, dengan sifat terbuka dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Museum adalah suatu lembaga tetap tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, merawat, melestarikan, mengkaji, mengkomunikasikan bukti material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungannya (Wardana 25).
Berdasarkan latar belakang dan mengacu kepada prinsip-prinsip dasar maka pendirian Museum Keris Karadenan juga termotivasi ketika peninggalan-peninggalan pusaka dari para leluhur yang berada pada masyarakat Karadenan dari masa ke masa atau dari tahun ke tahun keberadaanya semakin berkurang jumlahnya yang disebabkan benda pusaka tersebut banyak yang dihibahkan oleh pemiliknya kepada orang lain, yang dikarenakan ketidak mampuan dalam perawatannya yang pada akhirnya keberadaan benda-benda pusaka tersebut sudah tidak jelas lagi keberadaannya. Sebagai antisipasi dari kepunahan dan untuk menyelamatkan pusaka-pusaka yang masih ada maka pada tanggal 1 November 2015 Museum Keris Karadenan didirikan atas gagasan Bapak R. Dadang Supadma yang disepakati dan disetujui oleh Drs. R.H. Sudirja (Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid), R. Adi Wijaya, S.Pd (Ketua RW 04), Bapak H. Karyawan Faturahman (Tokoh Budayawan Bogor), para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, para pemilik pusaka dan masyarakat Karadenan Kaum.*)
Teman-teman sekalian, apakah kalian pernah mendengar sejarah Stadion Pakansari? Nah, kali ini kami ingin menceritakan kepada kalian semua tentang sejarah Stadion Pakansari. Seperti yang kalian tahu, Stadion Pakansari terletak di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tapi kalian tahu tidak, sih? Sebelum dibangunnya Stadion Pakansari, tempat tersebut dahulunya adalah sebuah pemukiman yang dikelilingi pohon-pohon. Di pemukiman tersebut terdapat lingkungan RT 04 dan 05 yang tinggal di daerah setempat. Lalu, pemukiman tersebut digusur karena lahan tersebut akan dibeli oleh pemerintah dan akan dibangun stadion. Para warga yang sebelumnya tinggal di daerah tersebut sekarang berpindah ke berbagai tempat. Ada warga yang masih tinggal di sekitar stadion dan ada juga yang berpindah ke kampung halaman mereka.
Kalian tahu tidak mengapa Stadion Pakansari dibangun di daerah Pakansari? Pada tahun 1990, Pemerintah Kabupaten Bogor memindahkan kantor administrasinya ke daerah Cibinong dari pusat Pemerintahan Kota Bogor. Pada tahun yang sama, pembangunan kantor pemerintahan mulai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor termasuk daerah Pakansari. Kemudian, pada tahun 1999, Kabupaten Bogor ditunjuk menjadi tuan rumah Porda VI. Kalian tahu tidak apa itu Porda? Porda merupakan kepanjangan dari Pekan Olahraga Daerah. Porda merupakan ajang kompetisi yang bertujuan meraih prestasi dalam bidang olahraga dan memiliki tujuan khusus untuk melahirkan atlet-atlet yang memiliki potensi untuk mewakilkan daerah dan negara pada kompetisi ajang tingkat nasional dan internasional. Kompetisi Porda diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) adalah organisasi yang bertanggung jawab untuk mengelola, membina, mengembangkan, dan mengoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga.
Pembangunan Stadion Pakansari dimulai pada tahun 1996 sekaligus dibarengi dengan pembangunan Pemda. Namun, pada tahun 1998, pembangunan Stadion Pakansari terhenti karena adanya krisis moneter. Saat itu kondisi stadion baru selesai pondasi saja. Kalian tahu tidak pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter yang sangat buruk, lho. Indonesia mengalami permasalahan ekonomi akibat nilai mata uang rupiah yang melemah terhadap mata uang asing, tingginya utang luar negeri terutama pada sektor swasta, pemerintah yang kurang tanggap dalam menyelesaikan masalah perekonomian yang semakin buruk, dan perekonomian masyarakat tidak stabil. Krisis ekonomi itu membuat para mahasiswa turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi menuntut Presiden Soeharto agar mengundurkan diri dari jabatan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia kala itu.
Ada pun beberapa dampak krisis moneter 1998, yaitu banyak perusahan yang gulung tikar karena tidak sanggup membayar utang dan membeli bahan baku yang diperoleh secara impor sementara nilai mata uang rupiah mengalami penurunan, lalu harga bahan pokok meningkat dan terjadinya kerusuhan masyarakat. Pada tahun 1998, krisis moneter tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi ada beberapa negara di Asia yang mengalami krisis moneter, yaitu Thailand dan Korea Selatan. Akan tetapi, Indonesialah yang mengalami krisis moneter paling buruk di antara negara-negara tersebut.
Ada pun beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani krisis moneter 1998, yaitu pertama, memperbaiki sistem perbankan karena banyak praktik perbankan yang tidak berjalan dengan baik yang membuat pemerintah dan IMF sepakat untuk menutup bank yang bermasalah. Kedua, pemerintah membentuk BPPN (badan penyehatan perbankan nasional). BPPN memiliki tugas pokok untuk penyehatan perbankan, penyelesaian aset yang bermasalah, dan mengupayakan pengembalian uang negara yang tersalur pada sektor perbankan. Namun, karena kinerja BPPN dinilai kurang memuaskan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Lembaga ini resmi dibubarkan pada tanggal 27 Februari 2004 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pengakhiran Tugas dan Pembubaran BPPN.
Ketiga, restrukturisasi utang swasta, total utang luar negeri Indonesia pada maret 1998 mencapai 138 miliar dollar AS. Dari jumlah tersebut, utang perusahaan swasta sebesar 64,5%. Hal ini membuat pemerintah ikut andil dalam penyelesaian utang perusahaan swasta. Tim penyelesaian utang luar negeri swasta berhasil mencapai kesepakatan yang mencakup pembiayaan perdagangan, pinjaman perusahaan swasta, dan penyelesaian pinjaman antarbank.
Keempat, makroekonomi. Makroekonomi adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk menganalisis suatu peristiwa untuk mengetahui sebab dan akibat dari suatu masalah. Salah satu kebijakan yang ada dalam makro ekonomi adalah kebijakan moneter yang mencakup tentang langkah-langkah pemerintah untuk mempengaruhi pengeluaran agregat, mulai dari mempengaruhi penawaran atau peredaran uang di masyarakat hingga mengubah tingkat bunga pada periode tersebut. Oleh karena itu, peran kebijakan moneter dalam makroekonomi adalah untuk menjaga laju pertumbuhan perekonomian negara.
Karena krisis moneter 1998, kehidupan masyarakat tidak sejahtera terlihat pada data BPS. Penduduk miskin meningkat dari 17,47% menjadi 24,20%. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi krisis ini adalah APBN diperlonggar untuk memberikan bantuan kepada rakyat sebesar 8, 5%. Apakah kalian tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk mengatasi krisis moneter 1998? Indonesia membutuhkan waktu yang lama sekitar sepuluh tahun untuk pulih dari krisis moneter 1998 dan mengembalikan perekonomian seperti sebelum terjadinya krisis moneter 1998.
Terjadinya krisis moneter sangat berdampak pada pembangunan Stadion Pakansari. Selama belasan tahun, pembangunan stadion tersebut menjadi terbengkalai. Pada tahun 2012, Stadion Pakansari dibangun kembali oleh Bupati Bogor, Drs. H. Rahmat Yasin. Pembangunan Stadion Pakansari menghabiskan dana sebesar Rp803 miliar. Proses pembangunan Stadion Pakansari selesai pada tahun 2016. Stadion Pakansari dibangun di atas tanah dengan luas 60 hektar dan memiliki lapangan utama dengan panjang 105 meter dan lebar 70 meter. Stadion Pakansari diresmikan oleh Bupati Bogor, Ibu Nurhayati dan Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan. Stadion pakansari mulai beroperasi secara formal setelah diresmikan pada tahun 2016 dan acara yang pertama kali diselenggarakan oleh Stadion Pakansari adalah kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat dan piala AFF 2016. Teman-teman tahu, tidak? Sebelum nama stadion ini diresmikan dengan nama Stadion Pakansari, stadion ini dikenal dengan nama Pakansari Cibinong Raya yang disingkat menjadi Pacira, lho. Nama stadion tersebut dilelang dan dari hasil lelangan tersebut, stadion ini dinamakan Stadion Pakansari.
Kalian tahu tidak ternyata stadion Pakansari memiliki fasilitas yang cukup lengkap, lho. Stadion Pakansari menggunakan sistem kursi single seat sehingga para penonton akan duduk sesuai dengan nomor yang sudah tertera pada tiket masuk. Stadion Pakansari membedakan kursi reguler dengan kursi VVIP. Kursi VVIP bisa dilipat dan memiliki tempat untuk makan. Stadion Pakansari memiliki jumlah kapasitas penonton sebanyak 30.000 penonton. Jarak gerbang Stadion Pakansari adalah 10.000 meter gerbang timur, 5000 meter gerbang selatan, 5000 meter gerbang utara, 6000 meter gerbang barat, dan jarak gerbang VVIP adalah 850 meter.
Stadion Pakansari memiliki arsitektur bangunan yang modern. Akan tetapi, Stadion Pakansari juga masih menggunakan kearifan lokal Kota Bogor. Kearifal lokal di Stadion Pakansari terletak pada ornamen pagar stadion. Pagar stadion tersebut memiliki motif kawung di mana motif tersebut digunakan untuk bangunan-bangunan pemerintah di Kota Bogor.
Kalian tahu tidak, ternyata Stadion Pakansari menggunakan rumput yang cukup berkualitas. Stadion Pakansari menggunakan rumput yang berjenis cynodon dactylon yang sering disebut dengan rumput bermuda. Biaya perawatan yang dikeluarkan Stadion Pakansari untuk mengurus rumput tersebut bisa sampai ratusan juta rupiah. Stadion Pakansari memiliki tiang penangkal petir yang dipasangkan pada tiang-tiang tertentu yang diprediksi bisa menghalau petir.
Stadion Pakansari memiliki banyak sarana atletik selain lapangan sepak bola, yaitu arena lempar lembing, lintasan atletik, panjat tebing, arena panahan, dan arena lompat jauh. Di area Stadion Pakansari juga terdapat gedung olahraga laga tangkas dan laga satria yang biasa digunakan untuk cabang olahraga bulu tangkis dan tarung derajat.
Kalian tahu tidak daya tarik Stadion Pakansari? Daya tarik yang pertama adalah Stadion Pakansari berada di pusat kota, Kabupaten Bogor, yaitu Cibinong. Karena Stadion Pakansari terletak di tempat yang strategis dan memiliki area yang sangat luas, Stadion Pakansari memiliki hawa yang sejuk karena dikelilingi oleh pepohonan yang hijau serta memiliki pemandangan yang indah sehingga Stadion Pakansari sering digunakan sebagai tempat masyarakat berolahraga, seperti jogging, bermain bulu tangkis, dan bersepeda. Selain digunakan sebagai tempat berolahraga, Stadion Pakansari juga digunakan sebagai tempat wisata di mana banyak orang berkumpul di akhir pekan untuk berjalan-jalan di area Stadion Pakansari. Juga, banyak sekali orang yang berjualan dari makanan berat hingga makanan ringan.
Teman-teman, kalian tahu tidak ternyata Stadion Pakansari memiliki perbedaan dengan stadion lain. Pembeda antara Stadion Pakansari dengan stadion lainnya adalah pintu masuk. Mengapa pintu masuk? Karena Stadion Pakansari memiliki pintu akses yang luas dan banyak. Hal ini berbeda dengan stadion lain yang kurang memerhatikan jumlah dan ukuran pintu akses. Kita ingat kembali Tragedi Kanjuruhan di mana pintu akses stadion yang tidak memadai telah memakan ratusan korban jiwa.
Stadion Pakansari memiliki gate dengan jenis yang berbeda-beda. Akses untuk keluar-masuk juga dibedakan. Selain itu, area selasar Stadion Pakansari sangat besar dan luas sehingga dapat meminimalisasi potensi kepadatan atau kerusuhan saat masuk dan keluar. Pintu masuk atau gate akan dibuka 20 menit setelah pertandingan selesai. Jika kalian bertanya mengapa gate tidak dibuka saat pertandingan berlangsung? Jawabannya adalah jika gate terus terbuka saat pertandingan berlangsung, ditakutkan akan ada banyak orang yang tidak memiliki tiket nekat untuk masuk ke dalam stadion.
Stadion Pakansari sudah berumur sepuluh tahun dan pertandingan yang pernah diselenggarakan oleh Stadion Pakansari sudah mencapai level internasional. Acara yang diadakan stadion pakansari pada tingkat internasional adalah AFC U17 ASIAN CUP 2023. Stadion Pakansari memiliki keamanan yang bagus karena setiap kali diselenggarakan acara, keamanan stadion diperketat dan gerbang untuk masuk daerah pemukiman warga ditutup. Bahkan, beberapa warga mengatakan bahwa mereka tidak terusik dengan acara yang diadakan oleh Stadion Pakansari dan sejauh ini meskipun terjadi kerusuhan antara penggemar klub sepak bola, tidak ada penggemar yang masuk ke daerah pemukiman warga.
Kalian tahu tidak? Stadion Pakansari belum pernah mendapatkan penghargaan. Stadion Pakansari sering kali mendapatkan pujian yang disampaikan secara lisan. Salah satunya adalah sebagai stadion terbersih.
Buku ini merupakan hasil karya siswa kelas X-2 (Gen 10) SMA Negeri 4 Cibinong terkait kegiatan pembelajaran pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema 3 Kearifan Lokal. Sengaja mengambil judul “Maguma Taraya” karena nama ini mengandung makna yang cukup luas.
Taraya merupakan akronim yang berasal dari suku kata awal nama tempat yang penulis angkat sebagai tema dari isi buku. Dalam kata ‘Maguma’, Ma adalah Jalan Mayor Oking, Gu adalah Tugu Perjuangan Masyarakat Cibinong, Ma adalah Makam Panjang. Lalu, dalam kata ‘Taraya’, Ta adalah Situ Citatah, Ra adalah Kampung Sampora, dan Ya adalah Sekolah Mardi Waluya. Jadi, Maguma adalah Jalan Mayor Oking, Tugu Perjuangan Masyarakat Cibinong, Makam Panjang, Situ Citatah, Kampung Sampora, dan Sekolah Mardi Waluya.
Kata ‘Bercerita’ memiliki filosofi bahwa tempat-tempat yang penulis kunjungi memiliki kisah dan keunikannya masing-masing yang sudah mulai pudar dari waktu ke waktu. Saat penulis melakukan observasi, tempat-tempat tersebut seakan-akan bercerita kepada kami bahwa ia memiliki sejarahnya sendiri.
Taraya sendiri memiliki kisahnya masing-masing. Tempat-tempat tersebut memiliki kisah unik yang bisa terus diceritakan kebenarannya kepada generasi penerus secara turun temurun. Keunikan mereka ada pada asal–usul dari keberadaan tempat tersebut. Kebanyakan yang melatarbelakangi adanya tempat-tempat tersebut tidak lepas dari campur tangan para penjajah Belanda. Namun, setelah dipelajari dengan lebih cermat, sebenarnya para penjajah Belanda membuat tempat-tempat tersebut untuk kebaikan negara ini juga.
Memang, tidak semua tempat yang penulis teliti dibuat oleh bangsa Belanda. Namun demikian, ternyata tempat-tempat tersebut masih memiliki kaitan dengan hal-hal yang menyangkut peristiwa penjajahan bangsa Indonesia oleh bangsa Belanda. Seakan-akan peran bangsa Belanda dalam sejarah berkembangnya tanah air tercinta ini sangatlah penting dan juga memegang peran yang cukup besar. Hal tersebut yang membuat peninggalan-peninggalan dari tempat yang penulis teliti sangatlah unik, karena semua tempat tersebut berkaitan satu sama lain dengan masa Kolonial Belanda yang sarat sejarahnya sangat kental dan tentunya menjadi ingatan serta pengalaman yang berharga tersendiri bagi bangsa Indonesia dan juga masyarakat Indonesia.
Tentunya dengan menulis buku ini, penulis berharap agar kebenaran sejarah dari tempat-tempat yang diteliti menjadi terlestarikan sehingga sejarah dari tempat-tempat tersebut bisa diceritakan kembali ke generasi selanjutnya. Penulis juga berharap dengan adanya buku ini, masyarakat di sekitar tempat- tempat yang penulis kunjungi bisa menunjukkan rasa peduli terhadap tempat-tempat tersebut dengan menjaganya dan juga merawatnya agar tetap ada dan terlestarikan hingga anak cucu penerus bangsa Indonesia.*)
(Cover Mengupas Misteri Gedung Arsip dan Situ Cikaret Cibinong-Bogor, sumber: CMJ)
Penulis : Adelia Fauzia Rakhim, dkk
QRCBN : 62-839-8412-026
Penyunting : Neneng Hendriyani
Lay out : Hawa
Desain Sampul : Chayara Arsalya Sandy
Cetakan Pertama, Mei 2023
Karya
Adelia Fauzia Rakhim, Adinda Putri Wahyudi, Arnold Rivaldo, Azalea Talitha Putri, Bunga Fitri Choirunisa, Chayara Arsalya Sandy, Ghina Raya Safsa, Kencana Win Theodora, Kiandra Daffa Janesa, Muhammad Rafi’ul Anwar Baehaki, Na’ilah Rahadatul Aisy Saktia, Nayla Nurhaliza Bilqis, Rayhan Adistira.
Sinopsis
Buku ini merupakan hasil kegiatan pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk Tema 3 Kearifan Lokal. Ditulis oleh tim penulis dari kelas X-1 dengan mengangkat tema mengenai misteri di seputar Gedung Arsip dan Situ Cikaret yang sempat viral di media sosial karena banyaknya penampakan dan kisah horor. Keingintahuan penulis mengenai asal mula kedua tempat, termasuk tujuan, fungsi, dan manfaat keduanya dituangkan di dalam buku ini.
Pengumpulan data mengenai kedua tempat tersebut, yaitu Gedung Arsip dan Situ Cikaret dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung ke lokasi, wawancara tokoh, studi pustaka, dan literasi digital.
Para penulis melakukan braisntorming pencarian ide mengenai tema penulisan pada minggu pertama Januari 2023 dengan bimbingan fasilitator yaitu Ibu Citra Ayu Ningrum, S.Pd. Setelah merencanakan semua tahap kegiatan dan membuat jadwal pelaksanaan barulah mereka melakukan pengumpulan data. Setelah semua data dirasa cukup penulis menuangkannya ke dalam naskah berupa draft buku. Fasilitator memeriksa draft dan mengembalikannya kepada tim naskah untuk direvisi hingga tanggal 30 Maret 2023. Setelah itu barulah draft dikumpulkan.
Akhirnya, buku yang merupakan hasil kegiatan mandiri, kolaboratif ini berhasil diterbitkan. Semoga buku ini bermanfaat bagi seluruh pembaca di mana pun berada. *)
Buku ini berisi biografi singkat para guru di SMAFOUR (SMA Negeri 4 Cibinong). Siswa X IPA 2 Tahun Pelajaran 2019 – 2020 dalam praktik menulis Biography text telah berhasil menyelesaikan projectnya secara kelompok. Mereka telah menemui, mewawancarai para guru dalam bahasa Inggris dan dengan ijinnya menuliskan semuanya dalam bentuk buku.
“The true entrepreneur is a doer, not a dreamer” (Nolan Bushnell, Entrepreneur)
We know that catfish is very easily cultivated because of some reasons, such as, it can be developed well without spending a lot of capital, living in water that is less clean so that it cannot be died easily. Not all catfish is omnivorous so it’s not difficult to feed it. Judging from this opportunity we thought of an idea how the cultivation could be made into a great business opportunity. Therefore we make catfish cultivation in SMAFOUR. SMAFOUR is a high school which have good aim in developing its students ability in developing entrepreneurship to be creative and innovative students. Thus, the students have high ability and skill in developing their entrepreneurship in the future. To achieve it, the school asks all groups of students to make a business product that will be sold outside and inside the school. The profit students get will be saved to fund many school activities, such as field trip and goes to campuss activities. Catfish cultivation is an activity where students learn how to raise and sell catfish. Catfish is relatively easy to breed in warm waters. Catfish can be cultivated in ponds, tanks or small streams. From this catfish cultivation we learn to get many benefits by processing the harvest to be a delicious snack that is called catfish sticks that we sell at school or in public places. Picture 1. Catfish ponds in SMAFOUR We started this catfish cultivation using school funding 1 million rupiah. Then the school management gave us responsibility in managing the money. With that money we made catfish ponds as a place of cultivation which would be filled by our catfish seeds. For the first time we bought 300 catfish seeds which would then be cultivated for approximately 2 months to get healthy and quality catfish. So that we would get good quality catfish to be sold by feeding it 2 times a day, morning and evening. We also paid attention to the health of existing catfish ponds by cleaning catfish ponds for at least twice a week.
Itu adalah salah satu tulisan yang terdapat di dalam buku ini. Seluruh isi buku ini ditulis oleh siswa XI MIPA 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 di bawah bimbingan Neneng Hendriyani, M.Pd sebagai guru bahasa Inggrisnya.
Dengan menuliskan pengalaman mereka saat belajar Kewirausahaan dalam bahasa Inggris mereka telah belajar banyak dalam satu waktu sekaligus.
SMAFOUR or SMA Negeri 4 Cibinong is the youngest government high school in Cibinong, Bogor. As the youngest one it has had many good facilities and achievements. Thus, it becomes one of favorite school in Bogor, especially in Cibinong. Actually it was not easy to write the history since we did not see the first construction directly. Fortunately there were so many resources that helped us much. From interviewing some teachers, some previous students from the first generation we got many information and data about our beloved school. We did some interviews for one month. After that we wrote the result of the interviews and collected it together to be a book of THE HISTORY OF SMAFOUR. As it is our English tasks so the book was written in English too. By reading this book we hope the readers will get many useful information about SMA Negeri 4 Cibinong which is well known as SMAFOUR. We also hope this beloved school will be more famous and can be the first educational institution chosen by people live in Cibinong area.
Inilah buku yang ditulis dalam bahasa Inggris oleh seluruh siswa kelas XI MIPA 8 Tahun Pelajaran 2019/2020. Seluruh materi ditulis berdasarkan interview dan bukti fisik mengenai SMAFOUR (SMA Negeri 4 Cibinong) tercinta.
Buku ini berisi tentang pengalaman penulis (Neneng Hendriyani) dalam membangun MOTIVASI dan kemampuan siswa dalam menulis, terutama dalam Bahasa Inggris.
Hasil dari pemberian motivasi kepada siswa ini berujung kepada kemampuan siswa dalam menghasilkan karya berupa 11 buku yang ditulis bersama-sama.
Dok. CMJ
Seluruh tulisan (karya) yang ditulis siswa berdasarkan tema yang dipelajari kemudian dibukukan ber-ISBN.
Di dalam buku Smafour in students English writing : mendongkrak motivasi dan kemampuan siswa menulis berbagai teks bahasa Inggris ini penulis memaparkan langkah kerja yang dilakukannya dalam mendongkrak motivasi dan kemampuan siswa dalam menerapkan kemampuan kognitifnya dalam bentuk tulisan.
“Excellence is never an accident. It is always the result of high intention, sincere effort, and intelligent execution; it represents the wise choice of many alternatives – choice, not chance, determines your destiny” (Aristotle)
Studying in SMAFOUR is our dream that become true. Here we learn together to pursue our dreams and future. We don’t only learn about many subjects that very important for us based on national curriculum but also about many things useful for developing our talents and abilities. There are so many events done in SMAFOUR. We can join them based on our interests and talents. Everyone is free to join whatever she or he wants. For us who likes sport can join sport events after joining some sport extracurriculars. For us who like dancing also can join culture events performs in this school. We only have to join one of student organizations or extracurriculars which is suitable for us. For us who love to join the events as member of committee can join OSIS or MPPK first. Then with other students from many classes can arrange the events well. So, it is easy, isn’t it? Now, writing all events done in SMAFOUR is our duty that given by our English teacher, Neneng Hendriyani, M.Pd. She divided us into six groups with different topics of events done. Then, based on interview, observation as well as our own experiences we write them here. May all readers love in reading our simple writings and get many useful information from this book.
Bogor, October 2nd, 2019 The Students of XI IPA 7 SMA N 4 Cibinong
Studying in SMAFOUR is our dream that become true. Here we learn together to pursue our dreams and future. We don’t only learn about many subjects that very important for us based on national curriculum but also about many things useful for developing our talents and abilities. There are so many events done in SMAFOUR. We can join them based on our interests and talents. Everyone is free to join whatever she or he wants. For us who likes sport can join sport events after joining some sport extra-curricular. For us who like dancing also can join culture events performs in this school. We only have to join one of student organizations or extra-curricular which is suitable for us. For us who love to join the events as member of committee can join OSIS or MPPK first. Then with other students from many classes can arrange the events well. So, it is easy, isn’t it? Now, writing all events done in SMAFOUR is our duty that given by our English teacher, Neneng Hendriyani, M.Pd. She divided us into six groups with different topics of events done. Then, based on interview, observation as well as our own experiences we write them here. (The Students of XI IPA 4 SMAFOUR).
Buku ini memang ditulis seluruhnya dalam bahasa Inggris karena memang pada awalnya buku ini ditujukan sebagai bukti fisik kegiatan penilaian keterampilan menulis siswa mengenai topik tertentu, yaitu SMAFOUR IN EVENTS di kelas. Seiring berjalannya waktu, para siswa yang menulis secara berkelompok dalam buku ini memperoleh pengalaman nyata bagaimana menyusun kalimat yang padu, baik, benar, dan dapat dimengerti oleh semua orang.
Pada akhirnya buku ini pun dapat menjadi sumber informasi mengenai apa saja kegiatan SMAFOUR IN EVENTS yang dilakukan di SMAFOUR.